Arsip Tag: News

Batavia FT8 Contest

  • Batavia FT8 Contest dilaksanakan setiap akhir pekan pertama pada bulan Agustus. Pada tahun 2021 dilaksanakan pada: 7 Agustus 00:00 UTC berakhir pada 8 Agustus 23:59 UTC
  • Kontes bertujuan untuk membuat kontak sebanyak-banyaknya antara stasiun amatir radio Indonesia dan luar negeri.
  • Band yang digunakan adalah : 3.5, 7, 14, 21 and 28 MHz.
  • Mode yang digunakan dalam Batavia FT8 Contest ini hanya Digital Mode ( FT8).
    • Sub band yang direkomendasikan :
    • 3.590 – 3.600 MHz
    • 7.090 – 7.100 MHz
    • 14.090 – 14.100 MHz
    • 21.090 – 21.100 MHz
    • 28.090 – 28.100 MHz
  • Pertukaran dalam kontes adalah 4 karakter pertama dari grid locator peserta, misalnya OI16 untuk peserta yang berada di OI16LU.
  • Skor akhir adalah hasil dari Poin QSO dikali multiplier.
  • Setiap stasiun dapat ber-QSO 1 kali setiap band dengan poin QSO sebagai berikut:
    • Untuk Stasiun Indonesia
      1. QSO dengan stasiun Indonesia lainnya bernilai satu (1) poin.
      2. QSO dengan stasiun lain di luar Indonesia bernilai (2) point.
    • Untuk Stasiun Di Luar Indonesia
      1. QSO dengan stasiun Indonesia bernilai (2) poin.
      2. QSO dengan stasiun lain di luar Indonesia bernilai satu (1) point
      3. QSO dengan negara yang sama bernilai nol (0) poin tetapi masih memungkinkan untuk mendapat multiplier.
    • Jika duplikasi ditemukan, hanya 1 QSO yang diambil dan QSO duplikasi lainnya dianggap tida ada tanpa dijatuhkan pinalti.
    • Kesalahan dalam penulisan pertukaran, callsign, perbedaan waktu lebih dari 1 menit, NIL (not in Log) menyebabkan QSO tidak mendapatkan poin dan multiplier..

Ada dua jenis multiplier dalam kontes ini.
1.Prefix Multiplier. Dihitung 1 multiplier untuk setiap prefiks pada setiap band.
2. Country (DXCC) Multiplier. Dihitung 1 multiplier untuk setiap negara pada setiap band.

Kategori Kontes.
1.Single Operator All Band. Semua peserta adalah operator tunggal. Hanya 1 orang yang melaksanakan semua operasi dalam kontes. Tidak ada pembatasan waktu operasi dan pembatasan perpindahan band namun hanya boleh 1 sinyal yang terpancar pada setiap waktu.
2. Checklog. Adalah peserta yang mengirim logsheetnya tetapi tidak akan diikutkan dalam penjurian.

Hadiah.
1. Semua peserta (kecuali kategori Checklog) berhak atas sebuah sertifikat elektronik yang dapat diunduh pada website ini.
2. uga terdapat beberapa plakat yang dipertandingkan. Lihat daftarnya disini https://batavia-ft8.com/plaque-available/

Laporan QSOs

  1. Kirim laporan QSO anda (logsheet) hanya dalam format cabrillo.
  2. Sebelum mengirim log, periksa kembali isi logsheet anda. Logs header, Frekuensi/band, tanggal dan waktu, callsign lawan QSO, pertukaran kontes semua harus dalam keaadaan lengkap.
  3. Tidak lengkapnya isi logsheet menyebabkan peserta dipindahkan ke kategori Checklog.
  4. Ubah nama file logsheet anda menjadi callsignanda.log. Misalnya yb0et.log.
  5. Anda dapat menggunakan aplikasi konverter dari adif ke cabrillo.
  6. Kirim logsheet anda melalui halaman ini https://batavia-ft8.com/log-submit/
  7. Anda akan menerima email konfirmasi atas logsheet yang anda kirim. Dan daftar logsheet yang telah diterima dapat dilihat disini https://batavia-ft8.com/received-logs/
  8. Jika anda melihat kesalahan, anda dapat mengirim kembali logsheet anda setelah diperbaiki. Jangan khawatir dengan duplikasi pengiriman logsheet karena kami akan menggunakan logsheet terakhir yang anda kirim sebagai logsheet yang sah.
  9. Batas waktu pengiriman logsheet adalah 14 hari setelah kontes berakhir.
Peraturan Umum:
  1. Anda harus menuliskan callsign yang sama pada logsheet dengan callsign yang anda gunakan pada saat kontes.
  2. Sebagai tambahan dari aturan kontes ini, anda juga harus mematuhi peraturan/regulasi yang berlaku di negara anda.
  3. Penggunaan DX Cluster diperbolehkan, tetapi dilarang melakukan self spot atau meminta orang lain untuk mengirim spot.
  4. Operasi secara remote diperbolehkan sepanjang jarak antara radio, antenna dan peralatan lainnya tidak lebih dari 500 meter.
  5. Tetap menjunjung tinggi sportifitas.
  6. Panitia berhak menjatuhkan hukuman disiplin terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh peserta.
  7. Putusan panitia bersifat final.

sumber : suryo susilo – YB0JTR
Source: ORARI PUSAT

Akibat Kebakaran Seisi Toko Ludes di Kaliwungu Selatan

Kebakaran menimpa rumah dan toko milik Sakirin di Kaliwungu Selatan, Kendal pada tengah malam 13 juli 2021 pukul 23.15 WIB.

Menurut saksi warga yang melihat kejadian musibah kebakaran, api muncul dari bangunan toko milik Sakirin warga RT.01/01 Kedungsuren. Dugaan api muncul karena konsleting arus listrik yang berawal dari meteran listrik.

Upaya pemadaman yang dilakukan warga dengan peralatan seadanya tidak berhasil dan api semakin membesar. Kemudian pemilik rumah dan toko melaporkan kejadian tersebut ke Polsek kaliwungu dan dan Dinas Pemadam Kebakaran.

Armada Pemadam Kebakaran pun segera meluncur ke lokasi dan sekitar 20 menit kemudian tiba di lokasi kebakaran. Akibat besarnya api dan sumber air yang agak jauh menjadi kendala bagi pemadaman si jago merah itu.

Dinas Pemadam, BPBD Kab. Kendal,  CORE ORARI Lokal Kendal, PMI Kab. Kendal, Pramuli Kasela, Polsek dan Koramil setempat dan juga dibantu warga.

Api berhasil dipadamkan dengan menggunakan tiga mobil damkar dan satu mobil tangki dari BPBD sekira pukul 02.30 dini hari. Selain dari dinas Pemadam dan BPBD Kab Kendal tim yang turut terlibat dalam upaya pemadaman adalah CORE ORARI Lokal Kendal, PMI Kab. Kendal, Pramuli Kasela, Polsek dan Koramil setempat dan juga dibantu warga.

Kebakaran CORE ORARI Lokal Kendal

Akibat kejadian tersebut pemilik rumah dan toko mengalami kerugian materi seisi toko dan sebuah mobil yang diparkir di lokasi kejadian. Beruntung kejadian tidak menyebabkan korban jiwa, sementara kerugian masih dalam pendataan dan penyelidikan.

Sumber: CORE ORARI Lokal Kendal

Pandemi Belum Berakhir Muncul Varian Delta

Pandemi virus Corona belum berakhir muncul varian baru DELTA. Varian Delta adalah sebuah versi dari SARS-CoV-2, virus penyebab COVID-19. Diketahui, varian tersebut lebih menular daripada virus yang asli, yakni varian Alpha.

Simak fakta-fakta lainnya tentang varian Delta dibawah ini dari DW Indonesia via dwnews. Meskipun makin banyak vaksin didistribusikan, varian baru virus corona memicu kekhawatiran.

Apa itu varian Delta?

Ini adalah sebuah versi dari Sars-CoV-2, virus penyebab Covid-19. Pada akhirnya silih masalah teratasi
Terima kasih sudah memaksa lemahku untuk belajar, sekarang keras di kepala, hati, dan jiwa berfungsi sebagaimana mestinya. arian ini pertama kali ditemukan di India akhir tahun 2020.

Seberapa bahaya varian Delta?

Virusnya mengandung mutasi gen yang membuatnya menjadi 50-60 persen lebih menular dibanding varian Alpha.
Orang yang terkena inveksi varian Delta kemungkinannya sekitar dua kali lipat harus dirawat di rumah sakit dibandingkan dengan mereka yang terinveksi Alpha.

Seberapa cepat penularannya?

Di inggris, 94% kasus baru disebabkan varian Delta, di Jerman diyakini berkontribusi pada lebih 50% kasus aktif. Bahkan 90% kasus di Rusia, yang melaporkan lebih dari 20.000 infeksi baru dalam satu hari. Di Asia Tenggara, varian Delta dituding jadi penyebab naik drastisnya kasus Covid-19. Sama seperti di Afrika, yang sedang mengalami gelombang ketiga. Kebanyakan negara di benua itu hanya memvaksinasi kurang dari 5% populasi mereka.

Apakah Vaksin dapat melindungi?

Tidak ada vaksin yang bisa sepenuhnya melindungi dari varian Covid-19 apapun. Tetapi penelitian menyimpulkan dua dosis vaksin sangat efektif mencegah pasien dirawat di rumah sakit. 96% efektifitas untuk BioNTech-Pfizer dan 92% efektifitas untuk AstraZenica. Tapi di kawasan tanpa persediaan vaksin yang memadai, khususnya di Afrika para ahli khawatir varian ini berdampak mengerikan.

Akankah kita menghadapi pembatasan baru?

Hal ini sangat besar kemungkinannya. Beberapa negara Eropa telah mengeluarkan pembatasan perjalanan baru sebagai tanggapan atas penyebaran varian Delta. Otoritas Uni Eropa mengatakan, varian Delta bisa menjadi penyebab sebagian besar infeksi baru pada akhir musim panas di Eropa.

Mencuci tangan mencegah tertular virus covid-19 varian delta

Corona akan berakhir dimulai DISIPLIN dari diri sendiri, dengan menjaga jarak, pakai masker dan hindari kerumunan. (\2tfb)

Moratorium Pungutan Mutasi atau Pindah Alamat

Pengumuman Perihal Perpanjangan Moratorium Pungutan Kepada Anggota ORARI yang Pindah Domisili (Mutasi), berikut ini kami sampaikan sebagai berikut :

  1. Sejak bulan Februari 2020 Indonesia berada dalam situasi pandemi Covid-19 dan pada bulan April 2020 Presiden telah menetapkan bencana nonalam penyebaran Covid-19 sebagai Bencana Nasional.
  2. Mulai 1 Juni hingga 14 Juni 2021 Pemerintah kembali menerapkan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) berskala mikro di seluruh provinsi di Indonesia, yang berakibat pada menurunnya kondisi sosial ekonomi masyarakat, yang juga berdampak pada Anggota ORARI sehingga mengalami kesulitan untuk memenuhi kewajiban membayar pungutan terhadap mutasi keanggotaan bagi yang berpindah alamat (domisili).
  3. Pemerintah kembali melakukan penebalan dan penguatan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) berskala mikro yang berlaku tanggal 22 Juni hingga 5 Juli 2021, dan kemungkinan akan diperpanjang karena jumlah kasus aktif masih terus meningkat.

Merujuk Surat Keputusan nomor B-018/OP/SJ/II/2020 tanggal 26 Februari 2021 perihal Perpanjangan Moratorium Pungutan Kepada Anggota ORARI yang Pindah Domisili (Mutasi) ORARI Pusat menerbitkan Surat Keputusan Pejabat Ketua Umum ORARI nomor Kep-012/OP/2021 tentang Perpanjangan Moratorium Pungutan Kepada Anggota ORARI Yang Pindah Domisili (Mutasi).

Dengan perpanjangan Moratorium, Anggota ORARI yang mengajukan perubahan data keanggotaan karena perpindahan domisili (mutasi) pada tanggal 1 juli 2021 hingga 30 November 2021 dibebaskan dari kewajiban membayar pungutan kepada Anggota ORARI yang pindah domisili (mutasi).

Unduh File

Sumber: ORARI Daerah Jawa Tengah

Ucapan Selamat HUT ORARI dari Pemerintah dan Mitra ORARI

Di Hari Ulang Tahun ORARI yang ke-53 tanggal 9 Juli 2021 Ucapan Selamat HUT ORARI mengalir dari berbagai pihak yaitu, Pemerintah dan Mitra ORARI serta Anggota ORARI dari berbagai daerah di Indonesia. Ucapan Selamat HUT ORARI diantaranya dari Ketua MPR RI, Menteri PANRB, Mentri Komunikasi dan Informatika RI, Kepala Badan Penanggulangan Bencana, Kepala Basarnas, Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional LAPAN, Kepala BMKG, Ketua DPP Orari Pusat dan ribuan ucapan Selamat dari Anggota ORARI melalui berbagai media sosial.

Banyak harapan bagi ORARI kedepan dalam ucapan Selamat Hari Ulang Tahun ORARI yang ke-53 ini. Dari Pemerintah dan Mitra ORARI rata-rata berharap agar ORARI dapat terus untuk mendukung pemerintah mewujudkan tema yang diambil tahun ini yaitu, “Bersatu, Berkarya dan Berbakti” terutama dalam bidang dukungan komunikasi kebencanaan. Berikut teks ucapan selamat ulang tahun dari pemerintah dan mitra yang terangkum dari vidio yanuar_hartanto27.

Ketua MPR RI H. Bambang Soesatyo, SE, MBA - YE0BS
Ketua MPR RI H. Bambang Soesatyo, SE, MBA – YE0BS

Ketua MPR RI H. Bambang Soesatyo, SE, MBA – YE0BS mengucapkan HUT ORARI ke-53, Semoga di usia yang ke-53, ORARI dapat menjaga persatuan serta terus bekerja dan berbakti untuk memberikan dukungan komunikasi kepada pemerintah dan Masyarakat. Terutama dalam kondisi bencana alam yang sering terjadi akhir-akhir ini. termasuk dalam mensosialisasikan pencegahan dan penanggulangan serta mensukseskan usaha pemerintah dalam vaksinasi covid-19.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo, menyampaikan DIRGAHAYU ORARI yang Ke-53. Semoga ORARI tetap jaya, berbakti, berkarya untuk membangun komunikasi warga NKRI dalam kerangka mewujudkan tantangan-tantangan bangsa berbagai hal khususnya masalah bencana alam.

Johnny G. Plate Mentri Komunikasi dan Informatika RI
Johnny G. Plate Mentri Komunikasi dan Informatika RI

Johnny G. Plate Mentri Komunikasi dan Informatika RI, Saya mengucapkan selamat ulang tahun ke-53, DIRGAHAYU ORARI. Semoga ORARI terus dapat menjaga persatuan, berkarya dan berbakti kepada masyarakat, terutama pada saat bencana alam yang sering melanda tanah air kita, juga mensosialisakan penanganan pandemi covid-19, mensukseskan vaksinasi covid-19 dan mendukung program pembelajaran jarak jauh selama masa pandemi covid-19.

Letnan Jendral TNI Ganib Warsito, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana
Letnan Jendral TNI Ganib Warsito, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana

Letnan Jendral TNI Ganib Warsito, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengucapkan selamat ulang tahun ke 53 kepada Organisasi Amatir Radio Indonesia, semoga di usianya yang ke 53 ORARI tetap dapat solid, bersatu, terus berkarya dan berbakti dengan memberikan dukungan komunikasi, terutama dalam kondisi bencana alam yang sering terjadi akhir-akhir ini. termasuk dalam mensosialisasikan pencegahan dan penanggulangan bencana alam dan non alam khususnya penanganan covid-19. Mari terus kita jaga kerjasama antara ORARI dengan BNPB dan BPBD di seluruh Indonesia.

Marsekal Madya TNI Hendri Alfiandi kepala Basarnas
Marsekal Madya TNI Hendri Alfiandi kepala Basarnas

Marsekal Madya TNI Hendri Alfiandi kepala Basarnas mengucapkan selamat ulang tahun ke-53 ORARI. Mari kita tingkatkan solidaritas persatuan untuk terus berkarya dan berbakti memberi dukungan komunikasi terutama dalam komunikasi bencana alam maupun musibah. Dalam kegiatan pencarian dan pertolongan yang sulit ataupun tidak bisa memberikan alat komunikasi publik maka ORARI dituntut untuk bisa memberikan pertolongan atau bantuan komunikasi sehingga kerjasama semakin terjalin. Sehingga operasi pencarian dan pertolongan orang akan semakin bisa kita laksanakan dengan baik. Mari kita tingkatkan kerjasama ini ORARI dan BASARNAS serta kantor SAR di seluruh Indonesia. Selamat dan sekali lagi JAYA ORARI.

Tomas Jamaludin Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional LAPAN
Tomas Jamaludin Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional LAPAN

Tomas Jamaludin Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional LAPAN. Pada kesempatan ini saya mengucapkan ulang tahun ORARI yang ke-53, semoga senantiasa tetap jaya dan memberikan manfaat kepada masyarakat. LAPAN telah bekerjasama dengan ORARI dalam pengembangan satelit 8A2/LAPAN ORARI yang diluncurkan pada tahun 2015 dan sejak itu Satelit LAPAN ORARI menjadi satu-satunya satelit yang memberikan layanan komunikasi radio amatir yang cukup luas, bukan hanya untuk Indonesia dan Asia Tenggara tetapi juga dimanfaatkan oleh para pengguna radio amatir di Amerika Selatan. Mudah-mudahan dengan pengalaman pengembangan satelite LAPAN ORARI, nanti dapat dikembangkan untuk generasi-generasi satelit berikutnya.

Untuk memberikan manfaat lebih luas penggunaan Radio Amatir untuk berbagai keperluan termasuk dalam hal kebencanaan ketika fasilitas komunikasi vensional tidak berjalan dengan baik. Sehingga keberadaan satelit yang memfasilitasi radio amatir seperti Satelit LPAN ORARI bisa memberikan kontribusi, bahkan SATELIT LAPAN ORARI juga dimanfaatkan di daerah-daerah terpencil, termasuk untuk mendukung pendidikan. SELAMAT ULANG TAHUN ORARI, senantiasa tetap memberikan manfaat kepada masyarakat.

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika - BMKG Dwikorita Karnawati
Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika – BMKG Dwikorita Karnawati

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika – BMKG Dwikorita Karnawati, Terkait ORARI sebagai cadangan nasional dikomunikasi radio, keberadaan ORARI sangat vital dalam upaya membantu penanggulangan dan penanganan bencana di Indonesia. ORARI terbukti tetap mampu menyampaikan informasi-informasi terkait bencana hidrometereologi, gempa bumi dan tsunami kepada masyarakat daerah terdampak bahkan dalam situasi tanggap darurat. Keberadaan ORARI sebagai salah satu ujung tombak penyampaian informasi sangat vital dalam mendukung upaya mewujudkan zero fictem dalam menghadapi potensi bencana di Indonesia. Segenap keluarga besar BMKG mengucapkan DIRGAHAYU ORARI, semoga ORARI terus berkarya dan berbakti dalam mempersatukan dan menyelamatkan rakyat Indonesia.

Sutiyoso – YB0ST Ketua Dewan Pengawas dan Penasehat ORARI Pusat mengucapkan selamat ulang tahun yang ke-53 kepada ORARI. Semoga ORARI terus dapat bersatu, berkarya dan berbakti sebagai cadangan nasional di bidang komunikasi radio, saya minta kepada seluruh anggota ORARI agar selalu siap sedia memberikan dukungan komunikasi kepada pemerintah dan masyarakat terutama dalam kondisi pandemi Covid-19, dapat turut serta mensosialisasikan pencegahan dan penanggulangan, serta mensukseskan vaksinasi covid-19 .

https://youtu.be/RHVoZK-twvk Klik and Subscribe

Sumber Vidio By yanuar_hartanto27 Bukit Tungku Wiri, Jayapura.
Umi Halid – YF8UHH

BOTA Pantai Ancol Meriahkan HUT ORARI Ke-53

Beaches On The AirBOTA Aktivasi Pantai Ancol dalam rangka ikut memeriahkan HUT ORARI Ke-53 melalui Program BOTA sedianya akan dilakukan oleh 4 orang aktivator yaitu YB0GIN, YB0SHR, YB1JYL dan YC0OST. Namun karena sesuatu hal dan akibat pandemi Covid-19 aktivasi ini akan dilakukan hanya oleh sepasang Amatir Radio H.R. Ginanjar Taufiq – YB0GIN dan Hj. Sahara Sultan – YB0SHR.

YB0GIN dan YB0SHR sangat tertarik sekali dengan kegiatan Amatir Radio outdoor program BOTA. Minat yang tinggi terbukti dengan award yang didapatkan melalui Beaches On The Air yaitu Chaser 100 Award. Penghargaan/Award yang diberikan oleh BOTA masing-masing diraih oleh YB0GIN dan YB0SHR, dan ini merupakan record chaser dengan point tertinggi di Indonesia Bahkan Award tertinggi di dunia bagi YL Station yang di raih oleh YB0SHR.

Bukan hanya sebagai chaser, minat yang tinggi juga akan dibuktikan dengan Aktivasi BOTA Pantai Ancol 11 Juli 2021 mendatang. Aktivasi Pantai Ancol di Jakarta Utara ini sudah dipersiapkan jauh hari untuk ikut serta memeriahkan HUT ORARI ke-53. Secara kebetulan HUT ORARI beriringan dengan Hari Ulang Tahun aktivator YB0GIN yang jatuh pada tanggal 8 Juli 2021, namun karena situasi pandemi hal yang biasa dilakukan bersama rekan-rekan ORARI yaitu potong tumpeng selamatan kali ini ditiadakan.

Tujuan kegiatan disamping untuk memeriahkan HUT ORARI dimaksudkan ikut berperan tentang sosialisasi PPKM Darurat bagi anggota ORARI di seluruh Indonesia. Mengingat situasi saat ini menjadi perhatian bagi semua pihak kegiatan BOTA Pantai Ancol diharapkan dapat menyampaikan pesan agar patuh terhadap protokol kesehatan yang dianjurkan Pemerintah.

Kegiatan ini banyak mendapat dukungan dari berbagai pihak, baik ORARI Lokal Jakarta Utara, ORARI Daerah DKI maupun dari pengurus ORARI Pusat dan dari berbagai supporter. Support tersebut bukan hanya sebuah kata-kata. Berbagai doorprize di persiapkan untuk semua chaser yang beruntung dalam partisipasi aktivasi BOTA Pantai Ancol. Doorprize yang akan dibagikan melalui undian yaitu RIG ICOM 2300, beberapa radio Handy Tranceiver (4buah) dan puluhan merchandise.

Ditunggu partisipasi dari semua Anggota Amatir Radio di Indonesia pada Kegiatan Aktivasi BOTA Pantai Ancol Jakarta Utara. Pelaksanaan Hari Minggu Tanggal 11 Juli 2021 Pukul 14.00 – 23.45 WIB dengan Mode SSB, FT8, CW Dan FM.

Band yang akan digunakan yaitu; mode SSB Dan FT8 pada band 7, 14 dan 21 MHz sementara untuk mode FM di 2m band pada Frekwensi ORARI Lokal Jakarta Utara 145.420 MHz . See You On The Band 73!. (\2tfb)

AKTIVATORBAND & MODELink eQSL
YB0GIN40M Digital FT8DOWNLOAD
2M FMDOWNLOAD
40M SSB Prefix YBDOWNLOAD
40M SSB Prefix YCDOWNLOAD
40M SSB Prefix YDDOWNLOAD
40M SSB Prefix YHDOWNLOAD
YB0SHR40M SSBDOWNLOAD

DIRGAHAYU ORARI 53TH
BERSATU, BERKARYA dan BERBAKTI

Info dan Kontribusi: H.R. Ginanjar Taufiq – YB0GIN ORARI Lokal Jakarta Utara.

Sejarah Berdirinya ORARI

Pada saat berdirinya International Amateur Radio Union (IARU) tahun 1925, wilayah nusantara masih dikuasai oleh Belanda, dan pada saat itu tengah berkecamuk Perang Dunia Pertama. Pada saat itu, komunikasi antara Netherland dengan Hindia Belanda (julukan untuk wilayah Nusantara) hanya mengandakan saluran kabel Laut yang melintas Teluk Aden yang dikuasai oleh Inggris.

Timbul kekhawatiran Belanda atas saluran komunikasi tersebut, mengingat Inggris terlibat dalam Perang Dunia Pertama tersebut sedangkan Belanda ingin bersikap netral. Oleh karenanya, dilakukanlah berbagai percobaan dengan menempatkan beberapa stasiun relay di Malabar, Sumatra, Srilangka dan beberapa tempat lagi.

Radio Malabar, berdiri tanggal 5 Mei 1923, merupakan pemancar yang menggunakan teknologi arc transmitter terbesar di dunia. Tampak pada gambar samping adalah dua buah arc transmitter yang besar dengan kekuatan 2400kW yang dibuat oleh Klaas Dijkstra yang bekerja untuk Dr. Ir. De Groot. Input power pemancar Radio Malabar adalah 3,6 MegaWatt dan bekerja pada frekuensi 49.2kHz dengan panjang gelombang 6100m dengan menggunakan callsign PMM. Daya untuk pemancar Radio Malabar dibangkitlan oleh sebuah pembangkit tenaga air buatan Amerika yang terletak di Pengalengan dengan tegangan 25kV.

Radio Malabar merupakan cikal bakal amatir radio di Indonesia dan merupakan radio pertama di Indonesia untuk komunikasi jarak jauh. Frekuensi yang digunakan masih sangat rendah dalam panjang gelombang sangat panjang, tidak mengherankan jika antenna yang digunakan harus dibentangkan memenuhi gunung Malabar di Bandung Selatan. Sisa-sisa Radio Malabar masih terdapat di sana, yaitu berupa tiang-tiang antena-antena besar dan tinggi di tengah hutan.

Dari pengamatan di lokasi, nampaknya bangunan gedung Stasiun Radio Malabar dibuat menghadap ke negeri Belanda. Lalu antenna ditarik sloop ke atas agar menghasilkan arah pancaran ke negeri Belanda, dengan lembah diantara dua pengunungan tersebut sebagai reflektornya. Sunggguh karya perencanaan kerja yang luar biasa.

Pada 90 tahun yg lalu (05 Mei 1923) Radio Malabar diresmikan penggunaannya oleh Gubernur Jendral Belanda Dirk Fock. Selanjutnya pemancar radio ini menandai dimulainya kegiatan Komunikasi Radio di Indonesia. Meskipun kini Radio Malabar tinggal puing-puing, namun sejarahnya patut kita apresiasi sebagai sebuah momen dari awal kegiatan teknik radio di tanah air kita. Dirgahayu Radio Malabar. Semoga ada usaha dan dukungan yang lebih baik utk memperingatinya 10 tahun lagi dari sekarang …. 🙂

Pada tahun 1925, Prof. Dr. Ir. Komans di Netherland berhasil melakukan komunikasi dengan Dr. Ir. De Groot yang menggunakan Radio Malabar di Pulau Jawa. Kejadian ini merupakan titik tolak masuknya Komunikasi Radio di Indonesia, dan Pemerintah Hindia Belanda mendirikan B.R.V. (Batavian Radio Vereneging) dan NIROM.

Para teknisi yang bekerja di kedua instansi ini umumnya adalah orang Belanda dan ada beberapa Bumi putra, terus menekuni sistem komunikasi radio dengan melakukan koordinasi dan eksperimen bersama para Amatir Radio di dunia. Mereka membentuk sebuah perkumpulan yang dikenal dengan nama Netheland Indice Vereneging Radio Amateur (NIVIRA).

Seorang Anggota NIVIRA Bumi Putra dengan Callsign PK2MN, memanfaatkan kemampuannya dalam teknik elektronika radio untuk membakar semangat kebangsaan dengan mendirikan stasiun radio siaran yang diberi nama Solose Radio Vereneging (SRV) yang ternyata mendapat simpati rakyat.

Keberhasilan ini ditiru oleh beberapa Anggota NIVIRA Bumi Putra dengan mendirikan stasiun radio siaran serupa, antara lain MARVOCIRVOVOROVORL. Pada tahun 1937, mereka bergabung dengan membentuk Persatoean Perikatan Radio Ketimoeran (PPRK). Perhimpunan ini tidak dilarang oleh kolonial Belanda karena dengan banyaknya masyarakat memiliki pesawat penerima radio maka mereka akan dapat memungut pajak radio sebanyak-banyaknya.

Era pendudukan Jepang di Nusantara telah memusnahkan seluruh perangkat komunikasi radio dan radio siaran yang ada, NIROM dikuasai dan diganti namanya menjadi Hoso Kanry Kyoku, dan kegiatan Amatir Radio dilarang. Akan tetapi, Amatir Radio Bumi Putra tetap berjuang dengan melakukan kegiatan secara sembunyi-sembunyi guna menunjang perjuangan kemerdekaan dengan membentuk Radio Pejuang Bawah Tanah, dan tak sedikit Amatir Radio yang dipenggal karena dituduh sebagai mata-mata Sekutu.

Peringatan 90 Tahun Radio Malabar

5 Mei 2013. Special Call YE9ØPK dan PI9ØPCG dalam rangka memperingati 90 tahun Stasiun Radio Malabar (5 Mei 1923) adalah kerjasama Amatir Radio dari 2 negara, ORARI (Indonesia) dan VRZA (Belanda), karena itu dibuatlah QSL-Card bersama.

YE9ØPK memancar dari lokasi Gunung Puntang, Bandung Selatan, yaitu di tempat stasiun Radio Malabar pernah berdiri. Sedangkan PI9ØPCG memancar dari lokasi eks Stasiun Radio Kootwijk yang gedungnya sendiri masih berdiri tegak hingga saat ini dan sekarang berada dibawah pengelolaan Dinas Kehutanan Belanda.

Radio Malabar memang sangat fenomenal, banyak pihak menyebutkan inilah salah satu pemancar radio terbesar yang pernah ada di muka bumi. Bekerja pada Very Low Frequency (VLF) 49,2 kHz dengan daya 2,5 MegaWatt dan antenna yang membentang diantara dua pegunungan sehingga disebut “berg-antenna”. Pemancarnya menggunakan teknologi arc (Poulsen), yaitu busur listrik untuk membangkitkan arus searah listrik menjadi frekuensi radio alternating current. Cara ini mampu menghasilkan gelombang pembawa yang terkendali dan inilah teknologi radio pertama yang bisa digunakan untuk mengirimkan suara (modulasi amplitudo). Seiring dengan perkembangan teknologi setelah itu barulah kemudian digunakan pemancar band High Frequency (HF) buatan pabrikan Telefunken, Jerman, yang dianggap jauh lebih efisien.

Awal Organisasi Radio Amatir di Republik Indonesia

Nara Sumber: RAJ Lumenta (YB0BY/SK), Engkus, Herry Sembel (YB0BR/SK), Hasan Koesoema Ardiwinata (YB0AH/SK), MI Khadja (YB0BU/SK), Willy A. Karamoy (YB0BV/SK), M. Faisal Anwar (YB1PR/SK).

17 Agustus 1945 Proklamasi Kemerdekaan dikumandangkan dengan menggunakan sarana sederhana karya para Amatir Radio, mulai dari mikrofon hingga pemancar untuk menyebarluaskan Proklamasi Bangsa Indonesia ke seluruh dunia.

Era Kemerdekaan Indonesia dimulai, sebagian dari para Amatir Radio tetap bertahan sebagai radio pejuang dan sebagian lagi membentuk Persatoean Amatir Radio Indonesia (PARI) guna memudahkan koordinasi antaramatir radio dalam menyerap teknologi.

Akan tetapi, situasi ini tidak bertahan lama. Tahun 1952 situasi negara tidak menguntungkan dengan munculnya berbagai pemberontakan. Timbul kekhawatiran Pemerintah Amatir Radio akan dimanfaatkan kaum pemberontak, maka di berlakukanlah keadaan darurat perang (SOB) dan dikeluarkan Maklumat yang berisi: “Hanya pemancar radio milik pemerintah yang boleh mengudara, dan perorangan tidak dibenarkan memiliki pemancar radio“, dengan keluarnya maklumat tersebut, PARI terpaksa dibekukan.

Tahun 1965 merupakan sejarah pahit bangsa Indonesia. Sementara tahun 1966 merupakan masa pergolakan mahasiswa yang didukung masyarakat untuk menegakkan keadilan dan kebenaran di bumi pertiwi ini. Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI) yang berjuang dengan aksi demostrasi memerlukan sarana komunikasi dan informasi setelah media Harian KAMI dilarang terbit. Tanggal 14 Februari 1966, sekelompok mahasiwa publistik yang tergabung dalam wadah KAMI membentuk radio siaran perjuangan bernama Radio Ampera. Radio Ampera menginformasikan kepada masyarakat akan perjuangan mereka dalam menumbangkan kezaliman Orde Lama dan menuntut pembubaran PKI. Stasiun radio ini hanya betahan hingga tanggal 26 Februari 1966.

Dengan hilangnya Radio Ampera, para laskar Ampera mendirikan berbagai stasiun radio pengganti, seperti FK UI, STTN, Remaco, TU47 RC, RMD, RH22, RC77, Radio Fakultas Tehnik UI, Radio Angkatan Muda, Kayu Manis, dan Draba. Sudah tentu semua radio siaran itu merupakan siaran yang tidak memiliki izin alias Radio gelap. Dengan melakukan kegiatan komunikasi koordinasi kesatuan aksi dan siaran radio perjuangan, semua stasiun radio tersebut menamakan diri sebagai Radio Amatir. Terbentuknya ORARI boleh dikatakan berawal di Jakarta dan Jawa Barat atau pulau Jawa pada umumnya dan diprakarsai oleh kegiatan aksi mahasiwa, pelajar, dan kaum muda.

Jumlah stasiun-stasiun radio amatir terus bertambah dengan pesat. Akibatnya, frekuensi kian tidak terkendali dan pengertian radio amatir menjadi kabur. Beberapa tokoh Amatir Radio berupaya untuk menjernihkan suasana dengan membentuk perkumpulan-perkumpulan, antara lain:

Persatuan Amatir Radio Jakarta (PARD)
Persatuan Amatir Radio Bandung (PARB)
Persatuan Amatir Radio Indonesia (PARI)
Persatuan Radio Amatir Indonesia (PRAI)

Perkumpulan ini dibentuk dengan maksud untuk mendata stasiun radio amatir yang bermunculan serta melakukan bimbingan serta pengawasan dan pengedalian terhadapnya. Diadakanlah pendataan dan ujian bagi yang berminat serta diterbitkanlah tanda pengenal dan izin mengudara, baik untuk komunikasi dan eksperimen maupun untuk siaran.

Sadar karena semakin banyaknya radio siaran bermunculan, yang memerlukan suatu koordinasi demi tercapainya perjuangan Orde Baru (ORBA), maka dibentuklah, pada tahun 1966 oleh para mahasiwa, suatu wadah yang diberi nama PARD (Persatuan Radio Amatir Djakarta). Di antara koordinatornya adalah Willy A. Karamoy; Ismet Hadad; dan Rusdi Saleh. Di Bandung terbentuk PARB. Bagi anggota yang hanya berminat dalam bidang teknik wajib menempuh ujian tehnik dan bagi kelompok radio siaran di samping perlu adanya teknisi yang telah diuji juga wajib menempuh ujian tehnik siaran dan publisistik. Setelah itu, semuanya diberi callsign menggunakan prefix X, kode area 1 sampai dengan 11 dan suffix 2 huruf sedangkan huruf suffix pertamanya mengidentifikasikan tingkat keterampilannya A sampai dengan F, seperti X6AM, X11CB. Adapun untuk radio siaran diberi suffix 3 huruf. Pada mulanya, PARD merupakan wadah bagi para amatir radio dan sekaligus radio siaran sehingga saat itu secara salah masyarakat mengidentikan radio amatir sebagai radio siaran non-RRI. Oleh karena adanya tingkatan keterampilan, PARD saat itu juga menyelenggarakan ujian kenaikan tingkat.

Di samping itu, terdapat juga para Amatir Radio era 1945-1952 yang tergabung dalam PARI (Persatoean Amatir Repoeblik Indonesia 1950), di antaranya terdapat nama-nama, Soehodo †. (YBØAB), Dick Tamimi †. (YBØAC), Soehindrio (YBØAD), Agus Amanto † (YBØAE), B. Zulkarnaen †. (YBØAU), dan Koentojo † (YBØAV). Di antara mereka ternyata ada juga yang menjadi anggota PARD, seperti (YBØAE) dan (YBØAU).

Penertiban Kegiatan Amatir Radio Tahun 1967
Upaya pendataan dan penertiban melalui perkumpulan / komunitas tidak semuanya berhasil untuk mengatasi kesemerawutan frekuensi, karena tidak semua pengguna pemancar radio mau bergabung dalam perkumpulan ini.

Demi ketertiban pemakaian frekwensi di Jakarta pada pertengahan 1967 atas prakarsa bapak Bambang Soehardi † selaku Ka Hubdam V Jaya diberlakukan wajib daftar bagi setiap Amatir radio dan broadcaster di Hubdam V Jaya dengan rekomendasi dari PARD dan masa berlakunya surat tanda pendaftarannya adalah 3 bulan, walaupun surat tanda Daftar baru keluar ± bulan Juni 1968.

Pada Akhir tahun 1967 atas prakarsa Dr. Rubiono Kertopati † (salah seorang perintis Lembaga Sandi Negara) selaku ketua Dewan Telkomunikasi, Koentojo † (YBØAV) selaku Sekretaris Dewan TelKom dan bapak Soerjadi † (YBØAZ) selaku Ka HubAd memanggil tokoh-tokoh dari berbagai perhimpunan Amatir Radio tersebut, guna membahas dan merumuskan ketentuan tentang kegiatan Amatir Radio di Indonesia. Hasil-nya, pada tanggal 30 Desember 1967 terbitlah Peraturan Pemerintah no. 21 tahun 1967 tentang Kegiatan Amatir Radio Indonesia, yang antara lain Membentuk Organisasi Amatir Radio Indonesia yang mewajibkan para Amatir Radio di Indonesia untuk bergabung di dalamnya, serta AD/ART diatur lebih lanjut oleh Menteri.

Terbentuknya Organisasi Radio Amatir Indonesia 9 Juli 1968

Atas dasar PP 21/1967 maka pada tanggal 9 Juli 1968 dilingkungan Sekretariat Negara pada waktu itu dan tanpa kesibukan yang menonjol dengan dihadiri para pimpinan perhimpunan Amatir Radio dan sejumlah calon anggota yang berdomisili terutama di pulau Jawa. Mereka berkumpul dan sepakat untuk melebur dalam sebuah wadah tunggal yang disebut sebagai ORARIOrganisasi Radio Amatir Republik Indonesia. , Terbentuklah ORARI dan praktis pada awalnya hanya mencakup pulau Jawa yang terdiri atas 4 Region yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Selanjutnya dalam kongres ke 2 namanya disempurnakan menjadi ORGANISASI AMATIR RADIO INDONESIA (ORARI) . Dengan demikian tanggal 9 Juli 1968 merupakan hari lahirnya ORARI dan hari Amatir Radio Indonesia. Ketua ORARI Nasional dijabat oleh Bapak Koentoyo † (YBØAV). Dengan terbentuknya wadah yang sah ini maka, para Amatir merasa lega karena bisa secara sah melakukan kegiatannya.

Tenaga penguji di Dewan Telkom saat itu sangat terbatas dan hanya diperuntukan untuk menguji calon Operator dan Markonis radio maka, Dewan belum mungkin menyelenggarakan ujian untuk calon anggota ORARI dan untuk kebutuhan ini ORARI diberi wewenang sementara untuk menyelenggarakan sendiri ujian Amatir bagi calon anggotanya. Dan untuk mengurus keperluan perizinan seluruh anggota ORARI telah ditunjuk wakil tetap ORARI di Dewan Telekomunikasi RI, yaitu, Herry Sembel (YBØBR) dan Hasan Koesoema (YBØAH).

Dengan terbentuknya ORARI maka terjadilah masa transisi dalam meletakan istilah Amatir pada tempatnya, terutama dimasyarakat dan bahkan banyak diantara pengurus terutama didaerah masih mengidentikan kegiatan Amatir radio dengan Radio siaran non RRI.

Hal ini terlihat dengan adanya radio-radio siaran dan badan-badan usaha yang melegalitaskan kegiatan siaran/ komunikasi usahanya dengan merekrut anggotanya menjadi anggota ORARI. Untuk mempersingkat masa transisi ini dan mencegah jangan adalagi suatu badan radio siaran atau badan lainnya mengajukan permohonan menjadi anggota ORARI maka pada Bulan Februari 1969 Bapak Koentoyo selaku Sekretaris Dewan Telekom menugaskan Bapak Engkus selaku staff Dewan Telekom dan Hasan Koesoema selaku wakil tetap ORARI di Dewan Telekom untuk memberikan pengarahan pada pembina dan pengurus ORARI di Jawa tengah dan Jawa Timur.

Dari hasil pengarahan dan pengamatan ternyata Jawa tengah Bapak Imam Poerwito selaku KAHUBDAM Kodam Diponegoro dan selaku ketua ORARI sudah sejak awal membuat langkah – langkah antisipasi sepert melakukan screening calon anggota dengan ketat melalui ujian dan ini dibuktikan dengan terdominasinya kegiatan ORARI Semarang oleh anggota-anggotanya yang melakukan kegiatan amatir tulen, seperti pemancar rakitan sendiri kegiatan QSO sebagainya.

Jakarta 9 Juli 2021
DIRGAHAYU ORARI KE 53 TAHUN

GALERI

Sumber: https://orari.or.id/index.php/2021/07/09/sejarah-berdirinya-orari-53-tahun-lalu/

Special Call 8A53GK HUT ORARI Ke-53

Dalam Rangka HUT ORARI Ke-53, ORARI D.I. Yogyakarta Lokal Gunungkidul mengadakan kegiatan Special Call 8A53GK. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 10 & 11 Juli 2021

Tujuan Special Call 8A53GK adalah sebagai Sarana melatih diri dalam meningkatkan ketrampilan anggota ORARI Lokal Gunungkidul dalam bidang komunikasi radio . Sesuai tema HUT ORARI Ke 53 tahun 2021 yaitu “Bersatu, Berkarya dan Berbakti“, 8A53GK diharapkan juga dapat mempererat tali silaturahmi dan persaudaraan sesama Amatir Radio. Dengan SES 8A53GK tersebut diharapkan juga dapat ikut memperkenalkan Kabupaten Gunungkidul dan destinasi wisata melalui kegiatan Amatir Radio.

Seluruh Anggota Organisasi Amatir Radio yang memiliki Izin Amatir Radio masih berlaku dapat menjadi peserta Special Event Station ini.

Jadwal Pelaksanaanya sesuai juklak dan flyer adalah sebagai berikut :

Pada 2M Band di frekuensi 145.520 MHz dilaksanakan Tanggal 10 dan 11 Juli 2021 Pukul 16:00-18:00 WIB dan 20:00-23:00 WIB. Untuk Mode Phone/SSB akan dilakukan untuk pemanggilan di 80M band tanggal 10 Juli 2021 di Frekuensi 3.835 MHz. Sementara di 40M Band tanggal 11 Juli 2021 di frekuensi 7.135 MHz . Mode Digital FT-8 akan dilakukan pemanggilan pada tanggal 10-11 Juli 2021 melalui 10, 15, 20, 40 dan 80 meter band.

Lebih jelasnya dapat dilihat pada Petunjuk Pelaksanaan Special Call Hari Ulang Tahun (HUT) ORARI Ke-53 8A53GK dibawah ini.

DOWNLOAD JUKLAK 8A53GK