Arsip Tag: cara bergabung ORARI dan RAPI

Ujian Negara Amatir Radio di Cirebon 2020

Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas I Bandung menyelenggarakan Ujian Negara Amatir Radio (UNAR) di Cirebon 18 Oktober 2020 di Aston Cirebon Hotel & Convention Center Jl. Brigjen Dharsono By Pass No.12C Kartawinangun, Kedawung, Cirebon, Jawa Barat. 45132

UNAR Balmon SFR Kelas I Bandung ini adalah pertama dilakukan di tahun 2020. Dengan penerapan system CAT dengan beberapa materi di antaranya Pendidikan Pancasila, Pengetahuan elektornik dan pengetahuan tentang tata cara berkomunikasi melalui radio.

Ketua panitia pelaksana Ujian Negara Amatir Radio Yana Mulyana menyampaikan, ujian ini diikuti oleh segenap masyarakat penghobi komunikasi radio, dengan tujuan memberi kesempatan bagi pengguna radio amatir mendapatkan legalitas dari pemerintah dalam penggunaan perangkat spektrum radio.

Pengawas dalam ujian tersebut berasal dari Dinas Kominfo Provinsi Jawa Barat diwakili oleh Dwi Handoko

Pesertanya didominasi dari Kabupaten dan Kota di Jawa Barat, termasuk diantaranya Bupati Cirebon H. Imron – YG1ASR yang turut mengikuti UNAR, dalam kesempatan ini Kadiskominfo Kabupaten Cirebon Hari Sapari juga ikut UNAR pada tingkatan Siaga.
Demikian juga Ketua ORARI Lokal Kota Banjar Yana S Bachyan – YB1MHK yang mengikuti ujian kenaikan tingkat bersama 165 peserta lainnya yang dinyatakan lulus setelah mengikuti UNAR.

Ketua ORARI Lokal Kota Banjar Yana B achyan – YB1MHK menyambut baik kegiatan ini, karena ujian merupakan kesempatan dirinya dan juga pengguna frekuensi radio khususnya di ORARI Lokal Kota Banjar dalam mendapatkan legalitas penggunaan perangkat spektrum radio. Pada kesempatan itu juga disampaikan penggunaan radio amatir memiliki tata cara dan manfaat tersendiri. Beliau berharap, semoga para peserta dapat mengetahui aturan dan cara berkomunikasi melalui radio dan setiap anggota ORARI hanya diwajibkan menggunakan frequensi yang sudah ditentukan, jadi tidak sembarangan menggunakan dan menyalahgunakan frekuensi. (\tfb)

Kredit foto: facebook Bara Birin (Oying)

Apa Yang Harus Dilakukan Jika Tidak Bisa Masuk di Apps ORARI?

Seperti diketahui pada postingan sebelumnya syarat untuk bergabung di ORARI dan apa yang harus dilakukan, Jika ingin bergabung di ORARI kita harus mengikuti Ujian Negara Amatir Radio (UNAR) dengan mendaftar secara online melalui website SDPPI.

Setelah ujian dan dinyatakan lulus kita akan mendapatkan Ijin Amatir Radio (IAR) dengan mendapatkan nama panggilan atau Callsign.
Sesuai Peraturan Menteri KOMINFO No. 17 Tahun 2018 Pasal 53 bahwa Setiap Amatir Radio Indonesia wajib menjadi anggota ORARI paling lama 30 (tiga puluh) hari kerja setelah IAR diterbitkan. dan Pasal 83 bahwa Direktur Jenderal mencabut izin apabila melanggar ketentuan Pasal 53 setelah diberikan peringatan tertulis sebanyak 2 (dua) kali berturut-turut dengan tenggang waktu peringatan masing-masing 15 (lima belas) hari.
Surat peringatan tertulis biasanya dikirim melalui email yang teregistrasi pada akun pendaftaran yang dikirim oleh SDPPI.

Untuk itu sesuai peraturan tersebut setelah mendapatkan IAR diwajibkan untuk menjadi anggota ORARI, namun bagaimana cara menjadi orari?
Perlu diketahui jika ingin menjadi anggota ORARI, kewajiban yang pertama adalah membayar IURAN sesuai AD/ART melalui Aplikasi keangggotan ORARI atau disebut dengan ORARI Apps (Aplikasi mobile yang dibuat untuk Sitem keanggotaan daring/online ORARI.
Aplikasi Keanggotaan ORARI atau disebut dengan ORARI Apps adalah aplikasi mobile yang dibuat untuk Sistem Keanggotaan Daring ORARI.

Sejak 12 September 2019 aplikasi mobile ORARI Apps sudah tersedia untuk sistem operasi Android 6.0 dan sekarang sudah mengalami update beberapa kali dengan versi berbeda. Lebih jelasnya Anda bisa baca tentang Downloud Aplikasi Orari Untuk Elektronik Tanda Anggota eKTA pada postingan terdahulu.
Untuk mengunduh atau downloud aplikasi ORARI Apps versi terbaru silahkan > DOWNLOUD DISINI <

Setelah kita downloud dan instal di handphone, kita bisa login dengan menggunakan nama panggilan/ Callsign yang telah diterbitkan setelah mengikuti ujian, dengan password untuk pertama kali masuk menggunakan Nomer IAR yang diterbitkan oleh SDPPI. Jika login gagal( biasanya dengan peringatan ” Terjadi Kesalahan – Login Gagal silahkan hubungi Administrator atau ulangi kembali”) kita bisa request password dengan email yang terdaftar dan email yang bisa kita akses. Beberapa saat silahkan ceck email masuk dari ORARI, password akan dikirim melalui email tersebut.

Setelah berhasil login, unggah dokumen berupa foto berlatar merah, foto KTP berwarna, Kartu Tanda Anggota lama (jika anggota lama) jika anggota baru isi kolom dengan potongan eIAR pada sisi keanggotaan sebelah kiri, dan pada kolom IAR unggah foto IAR full dengan gambar yang jelas.
Setelah dokumen diungah dan tercentang warna hijau lakukan pembayaran IURAN yang besaran dan rinciannya dapat dilihat dengan menekan tombol IURAN yang ada di aplikasi tersebut. pilihan cara bayar dengan virtual account dapat dipilih pada tombol “BAYAR”. Cara bayar melalui virtual account dapat Anda lihat atau UNDUH disini.

Setelah semua dokumen dan IURAN dibayar, tunggu admin Orari Pusat untuk memverifikasi.
Verifikasi biasanya tak perlu menunggu lama jika unggahan dokumen sesuai dan jelas terbaca dengan baik oleh admin. Jika ada kesalahan Orari Pusat akan memberikan peringatan melalui email untuk memperbaiki kesalahannya. lakukan apa yang diminta admin, misalnya KTP tidak jelas atau foto dengan posisi yang kurang pas, crop gambar yang tidak sesuai, gambar miring atau terpotong, SEGERA LAKUKAN UNGGAH ULANG DOKUMEN yang benar. Dan tunggu admin memverifikasi ulang.
Setelah diverifikasi Tanda Anggota dapat di downloud melalui Apps ORARI tersebut, pastikan keanggotaan Anda sudah berwarna BIRU di akun SDPPI dengan tulisan “ Sudah Menjadi Anggota” yang sebelumnya berwarna kuning dengan tulisan “Belum menjadi Anggota“.
Jika Tanda Anggota sudah dapat didownloud dan status keanggotan organisasi di SDPPI sudah Menjadi Anggota, Anda telah resmi mendapat IAR dan Tanda Anggota di ORARI, dan dapat menggunakan hak Anda sesuai peraturan yang berlaku.

Seperti dikatakan diatas, Jika Anda kesulitan masuk di Apps ORARI dengan menggunakan password nomer IAR tidak bisa, maka harus menghubungi admin atau request passoword. Namun jika setelah request password dan password yang untuk login ternyata ada peringatan “Callsign Anda Telah Kadaluarsa Terhitung sejak (Tanggal-Bulan-Tahun) dan Anda tidak dapat melanjutkan proses selanjutnya seperti diatas, maka sebaiknya Anda menghubungi pengurus ORARI Lokal setempat, agar disampaikan ke Orari Daerah untuk diteruskan ke pusat melalui perwakilan masing-masing Orari Daerah yang telah ditugaskan. Karena pemilik Callsign lama yang diterbitkan SDPPI setelah Anda UNAR masih tercatat di database Orari Pusat (inilah yang dinamakan CALLSIGN GANDA).

Perwakilan Orari Daerah akan menyampaikan ke Orari Pusat dengan melampirkan eIAR hasil UNAR Anda, agar callsign lama yang masih ada di database ORARI dihapus, tentunya Orari Pusat akan berkoordinasi dengan SDPPI. Untuk itu perlu sedikit kesabaran extra, karena M2M atau Mesin To Mesin SDPPI dan orpus belum nyambung/ sinkron. Hal ini tentu akan memakan waktu yang tidak cukup satu atau dua hari untuk menunggu pemilik Callsign lama dihapus, semoga saja tidak sampai masuk masa tenggang 30 hari yang diberikan sesuai Peraturan Menteri KOMINFO No. 17 Tahun 2018 Pasal 53 yang bunyinya seperti tertulis diatas. Hal inilah yang menjadi kendala teman-teman calon anggota dan beberapa pengurus Lokal maupun perwakilan dari Daerah yang kadang menunggu tidak sabar akibat system M2M belum berjalan semestinya.

Alternatif lain Anda dapat menghubungi Call Center Orari Pusat atau melalui email orari.kta@gmail.com

Menunggu itu kadang membosankan, dan tak jarang menimbulkan penyakit” keep smile!!!

Unar Reguler Orda Jateng Tahun 2020

Balmon Semarang
Kantor Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas 1 Semarang, Jawa Tengah

Seperti posting sebelumnya Informasi Rencana UNAR 2020 Balai Monitor Kelas 1 Jawa Tengah di Purwokerto ORARI Daerah Jawa Tengah bersama Balai Monitor SFR Kelas I Semarang, akan mengadakan Ujian Negara Amatir Radio Reguler (UNAR) Ke – I TAHUN 2020 yang akan diadakan di BANYUMAS pada 20 September 2020 sesuai jadwal yang bisa dilihat pada pencarian di Informasi UNAR 

Pendaftaran telah dibuka secara daring atau online melalui web SDPPI bagi peserta baru, ujian ulang maupun kenaikan tingkat.

UNAR berbasis CAT ini rencana akan diselenggarakan di Kampus UNIVERSITAS AMIKOM PURWOKERTO ⇒ Jl. Let. Jend.Pol. Soemarto (depan SPN) Purwokerto. Anda dapat memilih Lokasi ini dengan lokasi yang telah tersedia pada form pengajuan Tempat Pelaksanaan yaitu BANYUMAS Jawa Tengah.

Bagi calon peserta baru dapat melakukan pendaftaran secara online dengan membuat akun e-Licensing di website perizinan daring SDPPI (http://iar-ikrap.postel.go.id) dengan mempersiapkan dokumen berupa soft file foto berlatar merah (file max 512 kb) dan Scan KTP (file max 512 kb) yang diunggah pada form pendaftarannya, syarat tambahan bagi yang belum berusia 17 tahun yaitu surat keterangan dari orang tua atau Kepala Sekolah.

Untuk peserta kenaikan tingkat lampiran surat rekomendasi dapat diminta melalui Orari Lokal masing-masing untuk selanjutnya diteruskan ke Orari Daerah.
Untuk peserta ujian ulang dapat menggunakan akun yang telah didaftarkan sebelumnya atau disinkronkan sebelumnya agar callsign tidak berubah.

Semua calon peserta UNAR yang telah di verifikasi oleh Panitia Pelaksana UNAR akan diterbitkan invoice/SPP. Selanjutnya calon peserta dapat melakukan pembayaran invoice/SPP secara online melalui sistem host to host pada Bank yang ditunjuk oleh Pemerintah (Bank Mandiri, BNI, BRI) dengan menunjukkan invoice atau SPP yang telah diterbitkan.
Setelah invoice dinyatakan lunas calon peserta dapat mencetak kartu ujian melalui akun e-Licensing yang telah teregistrasi, dan dibawa pada saat mengikuti UNAR sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan yaitu 20 September 2020.

Mengingat karena masih dalam situasi pandemi virus Covid-19 semua peserta UNAR Orari Daerah Jawa Tengah mengharapkan dalam mengikuti kegiatan UNAR nanti dapat menerapkan protokol kesehatan yang telah ditetapkan dengan cuci tangan sebelum memasuki ruang ujian,jaga jarak dan menggunakan masker atau face shield.

Bagi masyarakat atau calon anggota Amatir Radio yang terkendala atau kesulitan dalam proses pendaftaran dapat menghubungi Sekretariat Orari Lokal setempat atau melalui pengurusnya.
Sumber Info: Orari Daerah Jawa Tengah

Contoh soal untuk latihan dan belajar sesuai tingkatan dalam menghadapi UNAR dan Simulasi pelaksanaan Ujian Negara Amatir Radio dengan Computer Assited Testing (CAT) dapat dilihat pada posting sebelumnya.

Dampak Amatir Radio Indonesia Terhadap Pandemi Virus Covid-19

Penggunaan radio khususnya Amatir Radio di Indonesia telah mengalami peningkatan signifikan selama adanya peraturan pemerintah tentang PSPB (Pembatasan Sosial Bersekala Besar) di beberapa wilayah dan akibat ditetapkannya Darurat Bencana Wabah Virus Covid-19 oleh Pemerintah, dimana anjuran dari pemerintah untuk tetap dirumah dan jaga jarak serta menggunakan masker. Banyak orang mencari cara baru untuk tetap berhubungan dengan kerabat, teman maupun keluarga. Beberapa anggota Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) mengatakan untuk mengisi kejenuhan yang harus tetap dirumah saja sangat menikmati hobi ini dan kembali mengoperasikan perangkat radionya,untuk berhubungan dengan anggota amatir radio lainnya baik dalam negeri maupun luar negeri.

Kehidupan sehari-hari sebelum darurat covid-19 beberapa anggota banyak yang hampir melupakan hobi ini dengan kesibukan masing-masing dan bahkan beralih hobi lainnya, diantaranya memancing, berselancar pergi ke cafe, discotic dan lain sebagainya.
Namun dengan adanya Virus Korona ini banyak anggota amatir radio yang kembali memutuskan untuk membersihkan peralatan radionya dan mengoperasikan stasiunnya. Bambang Iswandi – YD2TFF, contohnya seorang anggota orari yang masih aktif, mengatakan “ragchewing” atau mengobrol dengan orang-orang di radio telah menjadi salah satu hobby yang menyenangkan dalam hidupnya. “Selain karena aku menyukai hobby ini semenjak masih muda apalagi saat ini harus membatasi diri tidak keluar rumah, seperti hari-hari biasa yang bebas aktifitas sebagai seorang reparasi pompa air panggilan dan tidak akan baik untukku saat ini karena resiko kesehatan.”
Pria kelahiran 1957 itu mengatakan tetap berkomunikasi dengan orang lain dengan menggunakan radio sangat penting baginya.
“Dengan menggunakan radio sangat dirasakan manfaatnya saat ada bencana ataupun hanya untuk menyebarkan berita sekeliling,” katanya.

Di ORARI memang banyak jenis minat yang berbeda-beda, HF, UHF/VHF, EHF, DX-ing, CW, Phone, Digital, Ragchewing, DX-pedition, IOTA, Satelit, EME,Contest Nasional/International, Dukom Kebencanaan/ CORE, Dukom Non Kebencanaan, QRP, JOTA, ARDF, Experiment Antena/Homebrew, menejemen ORARI dan lain-lain.

Experiment yang merupakan bagian jenis hobi teknis untuk orang yang ingin belajar tentang elektronika”, seperti Juprianto YD2JSE dan Mr Joko Susanto YD2BEG, menggunakan kit radio rancangannya sendiri untuk komunikasi di radio dengan experiment berbagai model antena.
Meskipun masih tergolong baru dalam bergabung di amatir radio, mereka telah mengawali semenjak masih dibangku sekolahnya bergelut dengan experimen dengan elektronika, khususnya tentang radio yang kini sekaligus menjadi hobi baginya.

Di Indonesia memang masih banyak pengguna radio terutama radio yang sangat sederhana dengan menggunakan frekuensi di 2 meter band. Bahkan saat sekarang semakin lebih banyak meskipun media yang lebih canggih bermunculan seperti smart phone. Selain dikarenakan membanjirnya produk handy tranceiver yang murah dan terjangkau buatan China seperti Baofeng dan lain-lain, pengawasan dari instansi terkait yang kurang. 
Seperti pepatah Jawa “Tresno jalaran soko kulino” ( kesenangan diawali dari kebiasaan} akibat terbiasa menggunakan radio mereka semakin menyukainya, meskipun awalnya hanya untuk komunikasi sesama club atau kelompok tertentu saja. Karena merasa asyik dengan radionya mereka scaning di beberapa frekuensi untuk mencoba komunikasi yang lebih melebar.

Banyak dari mereka mendapatkan teman baru melalui komunikasi yang mereka temukan,  bahkan ada yang sampai membuat perkumpulan yang sangat terorganisir di area “lokal” antar kota, dengan menggunakan frekuensi radio yang mereka tentukan.  Tak jarang mereka juga mengadakan pertemuan yang terjadwal untuk saling lebih mengenal sesama mereka bukan hanya dengan suara saja.

Namun sayang sekali banyak yang tidak mereka sadari, bahwa penggunaan frekuensi diatur oleh Pemerintah dan harus memegang lisensi atau ijin.
Meskipun saat ini pemberian ijin untuk mengoperasikan radio sangat dipermudah oleh pemerintah seperti contoh cara daftar ORARI atau RAPI yang dilakukan melalui daring atau online baik ORARI maupun RAPI, banyak yang tidak memanfaatkannya, bahkan mereka semakin memperbesar daya pancar radionya untuk menjangkau lebih luas lagi dengan mendirikan antena yang lebih tinggi dan perangkat yang lebih besar, yang tentunya sangat membahayakan jika tidak memperhatikan penggunaan frekuensi sesuai alokasi band yang telah ditetapkan di dalam undang-undang.

Kembali ke masalah saat ini PANDEMI VIRUS KORONA, Selain kegitan kecil diatas pengguna radio khususnya anggota amatir radio di Indonesia banyak mereka  yang kembali menekuni hobi mereka, untuk mengisi kejenuhan karena pembatasan sosial yang diterapkan dibeberapa wilayah.
Yang hobi Komunikasi DX mereka berlomba-lomba untuk mendapatkan award dan sertifikat terutama yang senang main contest. Seperti teman-teman yang tergabung di YB6DX Community mempunyai antusias yang luar biasa dan semangat yang hebat untuk mengembangkan hobinya, jika menyimak obrolan di group sosial media rekan-rekan disana, mereka sangat menikmatinya ketika komunikasi terkonfirmasi log mereka dengan lawan komunikasi lintas benua saat komunikasi DX yang biasa mereka operasikan pada beberapa band HF dengan beberapa mode seperti CW, phone (SSB), RTTY, BPSK31 dan FT8. Dengan ketrampilan mereka yang di suport langsung dari president YB6DX Om Anda Yudas – YB6HAI dan senior andalan Om Jayadi YB7OO membuat semakin semangatnya untuk mematangkan diri, terutama bagi pemula seperti saya.

YB6HAI, Memang sangat aktif dalam pembinaan kepada beberapa anggota amatir agar lebih baik dan berprestasi baik prestasi Nasional maupun Internasional. Beliau salah satu petinggi ORARI sebagai salah satu anggota DPP Orari Pusat, meski demikian beliau sangat sabar dan ramah tamah, beliau juga peduli sekali masalah dengan legalitas Ijin Amatir Radio anggota yang masih ada masalah terutama pra sistem manual ke online. Tak heran jika teman-teman pengurus Orari baik di tingkat Lokal maupun tingkat Orari Daerah sering berhubungan dengan beliau jika mengalami kendala akibat proses manual yang belum terselesaikan meminta bantuan kepada beliau dan beliaupun sangat terbuka untuk membantu dengan sabar. Bahkan saat acara Pengukuhan Pengurus Orari Daerah Jatengpun beliau juga hadir

Salah satu operator muda M.Rizki Ramadhani YD8MACV dengan nama akrab Rama, meski masih sebagai pelajar namun dia telah banyak komunikasi bersama dengan teman-teman di berbagai Negara dan telah meraih penghargaan Word Radio Friendship dari hasil komunikasinya menggunakan transceiver homebrew yang telah terkonfirmasi. Rama Juga senang komunikasi dengan satelit IO-86.
Ada juga Hafiz YD6IOV dari Medan, Sumatra Utara yang tergabung di YB6DX Comunity sangat memotifasi teman-teman yang lainnya.

Selain contoh minat di Amatir Radio diatas, Kegiatan untuk mendukung Pemerintah dalam masa pandemi Virus Korona ini juga dilakukan oleh Orari Daerah maupun Orari Lokal di berbagai wilayah di Indonesia, dengan Sosialisasi untuk tetap bekerja dari rumah, belajar dari rumah menggunakan masker dan cuci tangan pakai sabun melalui Kegitan Spesial Event Station, contohnya Spesial Event Station 8C2WFH Orari Daerah Jawa Tengah yang juga diikuti oleh Orari Lokal-Lokal se Jawa Tengah untuk mengkampanyekan Work From Home guna memutus mata rantai penyebaran Virus Korona. Kegiatan ini berlangsung cukup lama yaitu 20 April pukul 00.00 UTC s.d 19 Mei 2020 pukul 23.59 UTC. Meski baru berjalan beberapa hari Spesial Events Station 8C2WFH ini telah banyak sekali ( mencapai ribuan) yang ter log dari berbagai negara belahan dunia melalui Band HF: 10m, 15m, 20m, 40m, 80m. Dengan Mode: CW, Telepon (SSB), RTTY, BPSK31 dan FT8. Sementara untuk 2m Band dilakukan melalui ,masing-masing ORARI Lokal di seluruh Jawa Tengah dengan dikoordinasi oleh Korwil Di Jawa Tengah.
Sebagai tanda partisipasi dalam kegiatan tersebut akan diberikan sertifikat yang bisa di downloud setelah seminggu acara berakhir, sesuai juklak yang bisa downloud di SINI

Tak cukup hanya  melalui kampanye melalui radio, Orari di beberapa wilayah Indonesia juga banyak yang terlibat di lapangan dengan berbagai kegiatan sosial seperti penyemprotan desinfektan, bagi-bagi masker secara gratis, membantu penyaluran bantuan sembako bagi yang terdampak  pandemi corona dan kegiatan sosial lainnya bekerja sama dengan berbagai relawan, BPBD PMI dan gugus tugas Covid-19. Beberapa Lokal di Jawa Tengah contohnya masing-masing Orari lokal melakukan kegiatan sosial melalui CORE atau Communication and Rescue.

Semoga berawal dari sebuah hobi di Amatir Radio bisa terus berpartisipasi untuk dapat ikut serta dalam melawan Virus Covid-19 khususnya di Indonesia dan Dunia pada umumya.

yc2tfb – #8C2WFH

Cara DAftar atau Bergabung Ke ORARI

I. PENDAFTARAN UNAR PESERTA BARU

A. BAGAIMANA CARA MENGIKUTI UNAR ?

Mendaftar secara online dengan membuat akun e-Licensing di website perizinan daring SDPPI (http://iar-ikrap.postel.go.id).
Panjang username minimal 6 karakter dan maksimal 30 karakter (hanya bisa terdiri dari alphabet, angka, titik, dan garis bawah). Password yang di input harus memiliki minimal 1 angka, 1 huruf besar, dan 1 huruf kecil dengan jumlah 8 karakter.
Sistem akan mengirimkan notifikasi melalui alamat email yang terdaftar untuk konfirmasi registrasi akun.
Calon peserta wajib melakukan konfirmasi dengan klik tautan yang dikirimkan oleh sistem ke email calon peserta.
Calon peserta login dengan akun yang telah terverifikasi
Klik “Permohonan Baru UNAR”
Melengkapi isian data pemohon, dengan melampirkan :
Pas Foto Resmi Terbaru (file max 512 kb), dengan latar belakang merah.
Scan KTP (file max 512 kb)
Surat Keterangan dari Orang Tua atau Wali atau Kepala Sekolah bagi yang belum berusia 17 Tahun (unggah pada kolom file persyaratan)
Calon peserta yang telah di verifikasi oleh Panitia Pelaksana UNAR akan diterbitkan invoice/SPP.
Calon peserta melakukan pembayaran invoice/SPP secara online melalui sistem host to host pada Bank yang ditunjuk oleh Pemerintah (Bank Mandiri, BNI, BRI).
Calon peserta mencetak kartu ujian melalui akun e-Licensing., dan dibawa pada saat mengikuti UNAR sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.
B. APAKAH YANG HARUS DILAKUKAN CALON PESERTA JIKA PERMOHONAN MENGIKUTI UNAR DITOLAK SAAT PROSES VERIFIKASI ?

Calon peserta mengecek notifikasi alasan penolakan dari Panitia Pelaksana UNAR, dan wajib melengkapi/memenuhi persyaratan sesuai notifikasi yang disampaikan. Calon peserta melakukan proses mendaftar ulang UNAR melalui akun e-licensing yang sama (telah dibuat sebelumnya).

II. PENDAFTARAN UNAR KENAIKAN TINGKAT

A. BAGAIMANA CARA MENGIKUTI UNAR KENAIKAN TINGKAT ?

Pendaftaran UNAR Kenaikan Tingkat dilakukan :

Bagi yang telah memiliki akun (data IAR telah tersinkronisasi) dapat melakukan pendaftaran melalui akun tersebut, dengan langkah-langkah :
Login akun e–Licensing (yang telah dilakukan sinkronisasi / callsign tertera)
Klik “Menu Riwayat IAR”
Klik “Permohonan Naik Tingkat”
Isi form permohonan naik tingkat dan lengkapi persyaratannya
Bagi yang belum memiliki akun, maka wajib membuat akun terlebih dahulu dengan cara melakukan registrasi akun, dengan tahapan sebagai berikut :
Mendaftar secara online dengan membuat akun e-Licensing di website perizinan daring SDPPI (http://iar-ikrap.postel.go.id).
Panjang username minimal 6 karakter dan maksimal 30 karakter (hanya bisa terdiri dari alphabet, angka, titik, dan garis bawah). Password yang di input harus memiliki minimal 1 angka, 1 huruf besar, dan 1 huruf kecil dengan jumlah 8 karakter.
Sistem akan mengirimkan notifikasi melalui alamat email yang terdaftar untuk konfirmasi registrasi akun.
Calon peserta wajib melakukan konfirmasi dengan klik tautan yang dikirimkan oleh sistem ke email calon peserta.
Setelah memiliki akun, calon peserta UNAR kenaikan tingkat login dan melakukan tahapan sinkronisasi dengan langkah-langkah sebagai berikut :
Klik “Sinkronisasi Data IAR”
Untuk Pemegang IAR Eksisting : Mengisi Data Callsign, Nama Lengkap dan Masa Berlaku (dd-mm-yyyy) sesuai dengan IAR yang dimiliki
Klik “Cari”
Apabila Data anda ditemukan Maka Klik “Lanjutkan“
Lengkapi Data Diri dengan melampirkan Foto , Scan KTP , Scan IAR (catatan: Data yang diisikan harus benar karena akan tertera pada IAR Digital)
Persetujuan Disclaimer(centang) lalu Klik “Simpan“
Data akan tersimpan dan muncul di akun pemilik IAR
Apabila data tidak ditemukan, agar segera melakukan koordinasi dengan ORARI Pusat.


III. PENGUMUMAN UNAR

A. BAGAIMANA MENGETAHUI HASIL KELULUSAN UNAR ?

Hasil kelulusan UNAR diinformasikan melalui website IAR-IKRAP di Menu Informasi – Cek hasil UNAR, dan melalui email masing-masing peserta.

IV. IAR DAN SINKRONISASI

A. BAGAIMANA BILA TELAH LULUS UNAR UNTUK MENDAPATKAN IAR DAN APAKAH PERLU MELAKUKAN SINKRONISASI ?

Peserta lulus UNAR baik baru maupun kenaikan tingkat, IAR langsung diterbitkan dan dapat diunduh langsung dengan melakukan login menggunakan akun (usernama dan password) pada saat registrasi UNAR. “Tidak perlu melakukan sinkronisasi dan atau registrasi ulang dengan membuat akun baru.”

PENERBITAN IAR

I. IAR BARU

A. BAGAIMANA CARA MENDAPATKAN IAR BARU ?

Setelah mengikuti UNAR dan dinyatakan lulus, maka IAR diterbitkan oleh sistem secara otomatis melalui akun e-licensing dan Pemegang IAR dapat mengunduh IAR, dengan langkah-langkah sebagai berikut :

Login akun e–Licensing (yang telah dilakukan sinkronisasi / callsign tertera)
Klik “Menu Riwayat IAR”
Klik “Download IAR”
B. APA YANG HARUS DILAKUKAN OLEH PEMEGANG IAR SETELAH IAR BARU DITERBITKAN ?

Setelah IAR diterbitkan, pemegang IAR dapat melakukan kegiatan radio amatir atau memancar sesuai dengan ketentuan yang diatur di dalam Peraturan Menteri Kominfo Nomor 17 tahun 2018.
Pemegang IAR mendaftarkan keanggotaan melalui Organisasi dalam waktu 30 hari kerja sejak diterbitkannya IAR.

II. IAR PERPANJANGAN

A. BAGAIMANA CARA MEMPERPANJANG MASA LAKU IAR ?

Pemegang IAR dapat mengunggah persyaratan rekomendasi organisasi paling lambat 1 (satu) hari sebelum invoice/SPP perpanjangan IAR diterbitkan secara otomatis oleh sistem.
Sistem akan menerbitkan invoice/SPP perpanjangan IAR dalam waktu 2 (dua) bulan sebelum masa laku IAR berakhir, yang dikirimkan langsung ke pemegang IAR melalui email atau akun e-licensing serta ke ORARI Pusat dan ORARI Daerah-nya masing-masing.
Invoice/SPP dibayarkan oleh pemegang IAR secara online melalui sistem host to host pada Bank yang ditunjuk oleh Pemerintah (Bank Mandiri, BNI, BRI) sampai dengan batas waktu masa laku invoice/SPP berakhir.
IAR perpanjangan dapat diunduh langsung melalui akun e-Licensing masing-masing setelah dilakukan pembayaran.
III. IAR KHUSUS

A. APA YANG DIMAKSUD IAR KHUSUS ?

IAR yang diberikan untuk keperluan pengembangan dan eksperimen amatir radio, Dxpedition, Kontes Nasional dan Internasional, IOTA, EME, JOTA, Special Call, Club Station, Repeater, Beacon, Satelit, APRS/DPRS, Paket Radio, Dukungan Komunikasi Penanggulangan Bencana. Masa laku IAR Khusus diberikan sesuai dengan peruntukannya atau paling lama 1 (satu) tahun.

B. BAGAIMANA CARA MENGAJUKAN PERMOHONAN IAR KHUSUS ?

Permohonan IAR Khusus diajukan ke Ditjen SDPPI secara online melalui ORARI Pusat paling lambat 3 (tiga) hari sebelum kegiatan dilaksanakan.

IV. IAR SEUMUR HIDUP

A. BAGAIMANA CARA MENGAJUKAN IAR SEUMUR HIDUP ?

Permohonan IAR seumur hidup diajukan oleh ORARI Pusat ke Ditjen SDPPI secara online dengan persyaratan sebagai berikut :

WNI
Memiliki IAR yang masih berlaku
Telah berusia 60 tahun atau lebih
Berprestasi dengan pernyataan dari ORARI, dan
Masih menjadi anggota ORARI sekurang-kurangnya 5 tahun berturut-turut.

V. IAR WNA

A. BAGAIMANA CARA MENGAJUKAN IAR WNA ?

Permohonan IAR WNA diajukan oleh ORARI Pusat ke Ditjen SDPPI secara online dengan persyaratan sebagai berikut :

Izin Amatir Radio dari Negara asal yang masih berlaku
Passport yang masih berlaku
Surat Izin Tinggal di Indonesia (KITAS/KITAP)
Pas Foto Resmi Terbaru (file max 512 kb), dengan latar belakang putih
B. BERAPA LAMA MASA LAKU IAR WNA ?

IAR WNA diberikan paling lama 3 (tiga) bulan dan tidak dapat diperpanjang yang memiliki Izin Tinggal kurang dari 3(tiga) bulan.
IAR WNA diberikan paling lama 1 (satu) tahun bagi Warga Negara yang memiliki Izin Tinggal Terbatas atau Izin Tinggal Tetap dan dapat diperpanjang sesuai masa laku KITAS/KITAP
C. BAGAIMANA PERSYARATAN IAR WNA YANG DAPAT DIPERPANJANG ?

Mengajukan permohonan ke Ditjen SDPPI melalui ORARI Pusat secara online, dengan persyaratan sebagai berikut :

IAR WNA yang masih berlaku
Rekomendasi ORARI
Salinan Passport yang masih berlaku
Salinan KITAS/KITAP yang masih berlaku
Pas Foto Resmi Terbaru (file max 512 kb), dengan latar belakang putih

VI. IAR KEHORMATAN

A. BAGAIMANA CARA MENGAJUKAN IAR KEHORMATAN ?

IAR Kehormatan di usulkan oleh ORARI kepada Ditjen SDPPI secara online, sebagai anggota kehormatan dengan memenuhi persyaratan :

KTP
Surat Pengangkatan sebagai Anggota Kehormatan dari ORARI
Pas Foto Resmi Terbaru dengan latar belakang merah

B. BAGAIMANA MASA LAKU IAR KEHORMATAN ?

Masa laku IAR Kehormatan selama 5 (lima) tahun dan dapat diperpanjang.

VII. IAR DENGAN SERTIFIKAT REOR

A. BAGAIMANA CARA MENGAJUKAN IAR DENGAN SERTIFIKAT REOR ?

Bagi para pemegang Sertifikat Radio Elektronika Operator Radio (REOR) dapat mengajukan langsung permohonan IAR secara daring ke Ditjen SDPPI, dengan ketentuan sebagai berikut:

Melampirkan Sertifikat Operator Radio Terbatas dan/atau Sertifikat Operator Radio Umum yang masih berlaku untuk tingkat Siaga;
Melampirkan Sertifikat Radio Elektronika Kelas I dan/atau Kelas II yang masih berlaku untuk tingkat Penggalang;
Pas Foto Resmi Terbaru dengan latar belakang warna merah.
VIII. IAR PEMBARUAN

A. BAGAIMANA TAHAPAN PEMBARUAN IAR (PERUBAHAN ALAMAT DOMISILI) ?

Permohonan Pembaruan IAR hanya dapat diajukan untuk alasan pindah alamat, dengan langkah-langkah sebagai berikut :

Login akun e–Licensing (yang telah dilakukan sinkronisasi / callsign tertera)
Klik “Menu Riwayat IAR”
Klik “Permohonan” pada tabel callsign yang aktif
Melengkapi persyaratan :
foto resmi terbaru dengan latar belakang merah
salinan surat keterangan pindah alamat dari Instansi yang berwenang

PEMBAYARAN PNBP

A. BAGAIMANA CARA PEMBAYARAN BIAYA UNAR, BIAYA IAR PERPANJANGAN DAN BIAYA IKRAP BARU/PERPANJANGAN ?

Pembayaran biaya UNAR, biaya IAR Perpanjangan dan Biaya IKRAP Baru/Perpanjangan dilakukan secara online melalui sistem Host to Host pada Bank yang ditunjuk oleh Pemerintah (Bank Mandiri, BNI, BRI) dengan memasukkan Nomor Invoice, Client ID dan Tipe Pembayaran (Tipe pembayaran UNAR = 40, IAR = 50, IKRAP = 60).

Panduan lengkap tata cara pembayaran PNBP UNAR, IAR Perpanjangan dan IKRAP Baru/Perpanjangan melalui sistem Host to Host dapat diunduh pada Website IAR/IKRAP di bagian Informasi (file Tata Cara Pembayaran).

B. BERAPA BESARAN BIAYA UNTUK UNAR, IAR PERPANJANGAN DAN IKRAP ?

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 80 Tahun 2015 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis PNBP yang berlaku pada Kementerian Kominfo, ditetapkan sebagai berikut :

Biaya UNAR :
Tingkat Siaga : Rp. 50.000,-
Tingkat Penggalang : Rp. 75.000,-
Tingkat Penegak : Rp. 100.000,-
Biaya Perpanjangan IAR
Rp. 30.000 per tahun (dibayarkan sekaligus untuk masa laku 5 tahun sebesar Rp. 150.000,-)
Biaya IKRAP Baru/Perpanjangan
Rp. 30.000 per tahun (dibayarkan sekaligus untuk masa laku 5 tahun sebesar Rp. 150.000,-)
C. APAKAH ADA BIAYA PENERBITAN IAR BARU ?

Tidak ada biaya yang dipungut oleh Pemerintah untuk penerbitan IAR baru selain dari yang sudah ditetapkan pada Peraturan Pemerintah Nomor 80 Tahun 2015.

Pembayaran biaya UNAR sudah termasuk penerbitan IAR Baru maupun IAR Kenaikan Tingkat dengan masa laku 5 (lima) tahun.

SINKRONISASI AKUN E-LICENSING

A. APA ITU SINKRONISASI AKUN e-LICENSING ?

Sinkronisasi adalah menghubungkan akun e-Licensing yang baru dibuat dengan data IAR/IKRAP yang telah ada di database. Bagi yang telah memiliki akun e-Licensing pada saat mendaftar UNAR tidak perlu melakukan sinkronisasi.

B. BAGAIMANA TAHAPAN SINKRONISASI ANTARA AKUN E-LICENSING YANG BARU DIBUAT DENGAN DATA IAR YANG ADA DI DATABASE ?

Registrasi akun e-Licensing
Login pada akun e–Licensing yang telah terverifikasi
Klik “Sinkronisasi Data IAR”
Untuk Pemegang IAR Eksisting : Mengisi Data Callsign, Nama Lengkap dan Masa Berlaku sesuai dengan IAR yang dimiliki
Klik “Cari”
Apabila Data anda ditemukan Maka Klik “Lanjutkan“
Lengkapi Data Diri dengan melampirkan Foto , Scan KTP, Scan IAR (catatan: Data yang diisikan harus benar karena akan tertera pada IAR Digital)
Persetujuan Disclaimer(centang) lalu Klik “ Simpan“
Data akan tersimpan dan muncul di akun pemilik IAR
C. BAGAIMANA TAHAPAN SINKRONISASI ANTARA AKUN E-LICENSING YANG BARU DIBUAT DENGAN SKAR YANG DIMILIKI ?

Registrasi akun e-Licensing
Login pada akun e–Licensing yang telah terverifikasi
Klik “Sinkronisasi Data IAR”
Untuk Pemohon dengan SKAR:
Klik tombol “Dengan SKAR “.
Menginput data dengan mengisi Nama Lengkap, Tanggal Lahir dan Provinsi sesuai dengan KTP, serta melampirkan Foto, Scan KTP dan Scan SKAR.
Klik “Lanjutkan”
Persetujuan Disclaimer (centang) lalu Klik “ Simpan“
Data akan tersimpan dan muncul di akun pemilik IAR (callsign di generate oleh sistem)
D. APAKAH PEMILIK SKAR DIGITAL PERLU MELAKUKAN SINKRONISASI UNTUK MENDAPATKAN IAR ?

Pemilik SKAR digital tidak perlu melakukan sinkronisasi. Sistem akan menerbitkan IAR secara otomatis dan dapat di unduh melalui akun yang telah di buat pada saat mendaftar UNAR secaraonline.

BAGAIMANA CARA MERUBAH ALAMAT EMAIL PADA AKUN ELICENSING ?

Login pada akun eLicensing yang terdaftar
Klik nama akun pada pojok kanan atas, lalu pilih ubah email
Lakukan perubahan email lalu klik ubah
Token verifikasi akan di kirim ke alamat email yang lama
Masukan token verifikasi, lalu klik simpan


INFORMASI PERMOHONAN PERPANJANGAN IAR

Bersamaan dengan telah diundangkannya Peraturan Menteri Kominfo No 17 Tahun 2018 tentang Kegiatan Amatir Radio dan Komunikasi Radio Antar Penduduk pada tanggal 31 Desember 2018, Ditjen SDPPI telah mengaktifkan sistem e-Licensing Penyelenggaraan Izin Amatir Radio (https://iar-ikrap.postel.go.id ), yang juga merupakan amanat dari PM tersebut. Sistem e-Licensing ini sudah diuji coba sejak bulan Oktober 2017.

Dampak Positif aplikasi e-Licensing adalah penyederhanaan proses bisnis perizinan Amatir Radio dan Komunikasi Radio Antar Penduduk sehingga lebih efektif, efisien dan transparan.

Bagi Calon Peserta Ujian Amatir Radio (UNAR) dan Pemohon IKRAP secara prinsip dapat melakukan pendaftaran langsung melalui sistem e-Licensing tersebut. Untuk detail Peserta UNAR dan IKRAP telah disosialisasikan ke Organisasi terkait, yaitu ORARI dan RAPI.

Adapun bagi Pemohon perpanjangan IAR tahapannya adalah sebagai berikut :

Rincian Tagihan / SPP diterbitkan 2 bulan sebelum masa laku IAR berakhir.
Rincian Tagihan / SPP dapat diunduh pada aplikasi dan email yang terdaftar dan atau melalui email organisasi.
Pembayaran Rincian Tagihan / SPP dilakukan melalui sistem Host to Host pada Bank yang telah ditunjuk oleh Pemerintah.
Biaya perpanjangan IAR dibayarkan sekaligus dimuka untuk periode 5 (lima) tahun, kecuali untuk biaya perpanjangan IAR WNA dibayarkan sekaligus dimuka untuk periode 1 (satu) tahun.
Pembayaran dilakukan paling lambat 1 (satu) hari sebelum masa laku IAR berakhir.
Perpanjangan IAR digital diterbitkan secara otomatis oleh Sistem e-Licensing setelah dilakukan pembayaran.
Perpanjangan IAR digital dapat diunduh setelah surat rekomendasi dari ORARI Pusat diunggah ke Sistem e-Licensing (Tahapan ini akan berubah seiring dengan kesiapan sistem di ORARI).
Khusus bagi para pemegang IAR yang masa laku-nya berakhir di bulan Januari 2019 dan Februari 2019, Rincian Tagihan/SPP akan berlaku selama 2 (dua) bulan sejak tanggal diterbitkannya invoice yang dikirimkan melalui alamat email yang terdaftar yaitu anggota yang telah memiliki email dan atau email organisasi, atau login pada Sistem e-Licensingmenggunakan akun masing-masing bagi yang telah membuat akun di sistem e-Licensing.

Sedangkan untuk pemegang IAR yang datanya belum terupdate di dalam sistem, data agar disampaikan ke ORARI pusat berikut data dukung berupa IAR asli, yang selanjutnya disampaikan ke Ditjen SDPPI untuk dilakukan pemutakhiran data.

Hal-hal yang kurang jelas dapat ditanyakan melalui: Contact Center 159 atau email callcenter_sdppi@postel.go.id

link SUMBER : Https://iar-ikrap.postel.go.id

BAGAIMANA APABILA SAYA MENGUNGGAH PERSYARATAN DAN/ATAU MENGISI DATA PERIZINAN IAR/IKRAP TIDAK SESUAI DENGAN KETENTUAN YANG BERLAKU ?

Proses validasi perizinan IAR/IKRAP secara daring dilakukan melalui persetujuan disclaimer bahwa data yang disampaikan adalah benar, akurat dan terkini serta tidak bertentangan dengan Peraturan Menteri Kominfo Nomor 17 tahun 2018. Data yang tidak sesuai akan diumumkan melalui website perizinan daring SDPPI dan email yang telah didaftarkan. Pemegang IAR/IKRAP yang diumumkan wajib mengunggah ulang ataupun memperbaiki data dalam jangka waktu 2 (dua) minggu sejak pemberitahuan disampaikan, dan apabila melanggar maka izin yang telah di terbitkan akan dibatalkan secara hukum.

Sumber: ORARI PUSAT

Permen Kominfo No. 33 dan 34

Peraturan Menteri Kominfo No. 33/PER/M.KOMINFO/8/2009 tentang Penyelenggaraan Amatir Radio dan No. 34 /PER/M.KOMINFO/8 /2009 tentang Penyelenggaraan Komunikasi Radio Antar Penduduk

Penyelenggara amatir radio dilaksanakan berdasarkan IAR (Izin Amatir Radio) yang diterbitkan oleh Dirjen Postel, dan Amatir Radio dapat menggunakan lebih dari 1 perangkat amatir radio. Dua hal tersebut merupakan sebagian kecil dari sekian banyak ketentuan yang tersebut di dalam Peraturan Menteri Kominfo No. 33/PER/M.KOMINFO/8/2009 tentang Penyelenggaraan Amatir Radio yang telah ditanda-tangani oleh Menteri Kominfo Mohammad Nuh pada tanggal 31 Agustus 2009.

Beberapa ketentuan lain yang diatur di dalam peraturan tersebut adalah sebagai berikut:

1). Amatir Radio hanya diizinkan memiliki 1 tanda panggilan (callsign).

2). Tanda panggilan amatir radio ditetapkan oleh Dirjen Postel.

3). IAR (Izin Amatir Radio) diterbitkan menurut tingkatan sebagai berikut: Tingkat Pemula (masa berlaku izinnya 2 tahun)Tingkat Siaga (masa berlaku izinnya 3 tahun)Tingkat Penggalang (masa berlaku izinnya 2 tahun) dan Tingkat Penegak (masa berlaku izinnya 5 tahun).

4). WNA dapat melakukan kegiatan amatir radio di Indonesia, dengan ketentuan harus memenuhi persyaratan sebagai berikut: memiliki IAR dari negara asal dan memiliki rekomendasi dari kedutaan/perwakilan negara asal di Indonesia atau memiliki rekomendasi dari Deplu RI .

5). Ujian negara amatir radio diselenggarakan oleh Dirjen Postel, yang pelaksanaannya dilakukan oleh UPT dibantu oleh organisasi tingkat daerah.

6). Pemilik IAR wajib menjamin pancaran yang dilakukan melalui perangksat pemancarnya tidak melebihi batas-batas pita frekuensi radio untuk Dinas Amatir sebagaimana ketentuan yang berlaku dalam lampiran peraturan ini.

7). Amatir radio diperbolehkan untuk mendirikan dan mempergunakan setiap jenis antena yang diperlukan dengan memperhatikan keamanan dan keserasian lingkungan sekitarnya.

8). Bagi Amatir Radio yang mendirikan stasiun Radio Amatir di sekitar stasiun radio pantai / bandar udara wajib memperhatikan ketentuan-ketentuan khusus yang ditetapkan oleh yang berwenang dalam keselamatan pelayaran / penerbangan.

9). Untuk mendirikan sistem antena di dalam wilayah stasiun radio pantai / bandar udara hanya boleh dilakukan dengan seizin pejabat yang berwenang.

10). Stasiun Radio Amatir dapat dipergunakan oleh anggota Pramuka yang belum memiliki IAR hanya pada waktu diadakan kegiatan Jamboree On The Air (JOTA) baik skala nasional maupun internasional.

11). Setiap Amatir Radio wajib memberikan prioritas untuk pengiriman dan penyampaian informasi penting yang menyangkut : keamanan negara keselamatan jiwa manusia dan harta benda bencana alam marabahaya gawat darurat dan/atau wabah penyakit.

12). Stasiun Radio Amatir dilarang digunakan untuk : berkomunikasi dengan stasiun radio lain yang tidak memiliki izin dan stasiun lain yang bukan stasiun Radio Amatir memancarkan siaran berita, nyanyian, musik, radio dan atau televisi memancarkan atau menerima berita mempergunakan bahasa sandi dan enkripsi menyelenggarakan jasa telekomunikasi memancarkan berita atau panggilan marabahaya yang tidak benar memancarkan dan menerima berita yang bersifat komersial dan atau memperoleh imbalan jasa memancarkan dan menerima berita bagi pihak ketiga (Third Party) kecuali berita-berita yang diwajibkan memancarkan berita yang bersifat melanggar kesusilaan memancarkan berita yang bersifat politik, mengganggu keamanan negara atau ketertiban umum. Di samping itu, stasiun amatir radio atau perangkat amatir radio dilarang digunakan sebagai sarana komunikasi untuk dinas instansi Pemerintah, BUMN, BUMD, Badan Usaha Swasta, Koperasi atau Badan-badan lainnya.

13). Barang siapa melanggar ketentuan Pasal 8 ayat (1) dan (2), Pasal 9 ayat (3), Pasal 34, Pasal 41, dan Pasal 49 dalam Peraturan Menteri ini dapat dikenakan sanksi administrasi berupa pencabutan izin sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

14). Pencabutan izin sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan apabila Pemilik IAR tidak mengindahkan peringatan tertulis yang diberikan sebanyak 2 (dua) kali berturut-turut dengan tenggang waktu peringatan masing-masing 15 (lima belas) hari kerja. Selain pencabutan izin sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Dirjen Postel dapat mencabut IAR milik anggota Amatir Radio yang telah mendapat keputusan tetap dari Pengadilan Negeri atas pelanggaran pidana berat.

15). Dengan berlakunya Peraturan Menteri ini, beberapa peraturan yang dicabut dan dinyatakan tidak berlaku adalah sebagai berikut: Keputusan Menteri Perhubungan Nomor : KM. 49 Tahun 2002 tentang Pedoman Kegiatan Amatir Radio Surat Edaran Menteri Komunikasi dan lnformatika Nomor 97/M.KOMINFO/2008 Tanggal 23 April 2008 perihal Penyelenggaraan Amatir Radio dan Komunikasi Radio Antar Penduduk dan segala ketentuan peraturan lain yang mengatur tentang penyelenggaraan amatir radio yang bertentangan dengan Peraturan Menteri ini.

Selain itu, pada tanggal 31 Agustus 2009 Menteri Kominfo juga telah menanda tangani Peraturan Menteri No. 34 /PER/M.KOMINFO/8/2009 tentang Penyelenggaraan Komunikasi Radio Antar Penduduk. Baik Peraturan Menteri Kominfo No 33 maupun No. 34 tersebut sebelumnya telah dikonsultasikan kepada publik pada bulan Maret 2009. Beberapa ketentuan yang diatur dalam peraturan tersebut adalah sebagai berikut:

1). Penyelenggaraan KRAP (Komunikasi Radio Antar Penduduk) merupakan penyelenggaraan telekomunikasi khusus pada pita frekuensi radio tertentu yang ditetapkan oleh Menteri.

2). Penyelenggaraan KRAP wajib memiliki IKRAP (Izin KRAP) yang diterbitkan oleh Dirjen Postel, yang diberikan untuk jangka waktu 5 tahun dan dapat diperpanjang.

3). Setiap pemegang IKRAP dapat memiliki perangkat KRAP lebih dari 1.

4). Stasiun KRAP harus dikenali dari nama panggilan yang menggunakan abjad dan angka yang telah dibakukan secara internasional yang dipancarkan pada permulaan dan akhir komunikasi radio yang diselenggarakan.

5). Anggota organisasi yang beroperasi di daerah lain, di luar provinsi tempat tinggalnya dalam menyebutkan nama panggilan harus menambahkan keterangan yang menyatakan dimana dan dalam penyelenggaraan apa

6). Stasiun KRAP dilarang digunakan untuk: memancarkan berita yang bersifat politik, SARA, dan atau pembicaraan lainnya yang dapat menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban memancarkan pemberitaan / berita yang bersifat komersial atau memperoleh imbalan jasa memancarkan berita sandi, kecuali kode-10 (ten-code) berkomunikasi dengan stasiun KRAP yang tidak memiliki izin atau stasiun radio lain selain KRAP digunakan untuk jasa telekomunikasi memancarkan informasi yang tidak sesuai peruntukannya sebagai sarana komunikasi ridio antara lain memancarkan musik-musik, menyanyi, pidato, dongeng dan pembicaraan asusila sarana komunikasidi pesawat udara atau kapal laut sarana komunikasi bagi kepentingan dinas instansi pemerintah dan / atau swasta dan berkomunikasi ke luar negeri.

7). Penggunaan pita HF dilarang disambungkan pada suatu penguat daya (external power amplifier) dengan cara apapun.

8). Penggunaan pita VHF dilarang disambungkan pada suatu penguat daya (external power amplifier) dengan cara apapun.

9). Pemegang IKRAP wajib mentaati bahwa pancaran yang dilakukan melalui perangkat pemancarnya tidak melebihi batas  frekuensi radio, daya pancar, kelas emisi dan lebar pita yang ditetapkan untuk penyelenggaraan KRAP.

10). Dalam hal seorang pemilik IKRAP mengetahui atau diberitahu bahwa pancaran radionya menimbulkan gangguan terhadap stasiun komunikasi radio lain atau terhadap peralatan elektronik masyarakat, maka yang bersangkutan wajib untuk segera menghentikan kegiatan pancaran radionya serta berupaya menghilangkan gangguan tersebut secepat mungkin.

11). Dalam hal pemilik IKRAP melakukan pelanggaran dan tidak mentaati ketentuan dalam peraturan Menteri ini, Organisasi dapat melaporkan dan mengusulkan kepada Dirjen Postel untuk dilakukan tindakan pencabutan izin.

12). Dengan berlakunya Peraturan Menteri ini, peraturan yang dicabut dan dinyatakan tidak berlaku adalah sebagai berikut: Keputusan Menteri Perhubungan No. KM. 77 Tahun 2003 tentang Pedoman Kegiatan Komunikasi Radio Antar Penduduk Surat Edaran Menteri Komunikasi dan lnformatika Nomor 97lM.KOMINFO/2008 Tanggat 23 Aprit 2008 perihal Penyelenggaraan Amatir Radio dan Komunikasi Radio Antar Penduduk dan segala ketentuan peraturan lain penyelenggaraan KRAP yang bertentangan dengan Peraturan Menteri ini.

(Jakarta , 29 September 2009).