Moratorium Pungutan Kepada Anggota ORARI yang Pindah Domisili (Mutasi)

Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Pusat menerbitkan surat yang ditujukan kepada Ketua Orari Daerah di seluruh Indonesia perihal Moratorium Pungutan Kepada Anggota ORARI yang Pindah Domisili (Mutasi).

Surat yang diterbitkan pada 22 Okt 2020 di Jakarta dengan Nomor: B-081/OP/SJ/X/2020 tersebut berisi 3 lembar lampiran dengan tembusan kepada Direktur Operasi Sumber Daya Ditjen SDPPI Kementarian Kominfo Republik Indonesia dan Ketua Umum ORARI (sebagai Laporan).

Lampiran pertama dalam surat itu berbunyi demikian:

“Salam ORARI !
Sejak bulan Februari 2020 terjadi pandemi Covid-19 di Indonesia dan bulan April 2020 Presiden menetapkan bencana non-alam penyebaran Covid-19 sebagai
Bencana Nasional, yang diikuti dengan Keputusan Gubernur/Bupati/Walikota untuk melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) atau pembatasan sosial lainnya.

Pandemi Covid-19 dan Keputusan PSBB berakibat pada merosotnya kondisi sosial ekonomi masyarakat, termasuk Anggota ORARI, sehingga mengalami kesulitan untuk memenuhi kewajiban membayar pungutan kepada Anggota ORARI yang pindah domisili (mutasi).

Sehubungan dengan itu dan memperhatikan kesepakatan pada Rapat Online Pengurus ORARI Pusat dengan Pengurus ORARI Daerah se Indonesia tanggal 9 Oktober 2020, terlampir kami sampaikan Keputusan Ketua Umum ORARI Nomor Kep-011/OP/KU/2020 Tentang Moratorium Pungutan Kepada Anggota ORARI yang pindah domisili (Mutasi).

Keputusan Ketua Umum tentang Moratorium tersebut membebaskan Anggota ORARI yang pindah domisili antara tanggal 9 Oktober 2020 hingga tanggal 28 Februari 2021 dari kewajiban membayar pungutan kepada Anggota ORARI yang pindah domisili (mutasi).

Demikian kami sampaikan untuk dapat dimaklumi, Atas perhatian dan kerjasama Saudara diucapkan terima kasih.”

Surat ditanda tangani oleh sekretaris Jendral ORARI Suryo Susilo – YB0JTR

Pada lampiran kedua, bunyinya yaitu;

KEPUTUSAN KETUA UMUM ORARI
Nomor: Kep-011/OP/KU/2020
tentang
MORATORIUM PUNGUTAN KEPADA ANGGOTA ORARI YANG PINDAH DOMISILI (MUTASI)

Menimbang;
a. bahwa untuk melaksanakan kegiatan konsulidasi organisasi, pembinaan dan pengabdian masyarakat diperlukan dukungan keuangan organisasi yang memadai.
b. bahwa Anggaran dasar dan Anggaran Rumah Tangga ORARI mengatur sumber keuangan ORARI antara lain dari pungutan kepada Anggota ORARI, yang besarnya telah ditetapkan dalam Musyawarah Nasional Khusus ORARI Tahun 2019.
c. bahwa sejak bulan Febuari 2020 Indonesia berada dalam situasi pandemi Covid-19 sebagai bencana Nasional.
d. bahwa sebagian besar wilayah di Indonesia, oleh Gubernur/Bupati/Walikota dikeluarkan keputusan untuk melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) atau pembatasan sosial lainnya yang berakibat pada merosotnya kondisi sosial ekonomi masyarakat, termasuk Anggota ORARI, sehingga mengalami kesulitan untuk memenuhi kewajiban membayar pungutan kepada Anggota ORARI yang pindah domisili (mutasi)
e. bahwa sehubungan dengan itu perlu ditetapkan Moratorium Pungutan kepada Anggota ORARI yang pindah domisili (mutasi)

Memperhatikan;

  1. Rapat Online Pengurus ORARI Pusat tanggal 5 Oktober 2020
  2. Pendapat ORARI Daerah se Indonesia tanggal 9 Oktober 2020.

MEMUTUSKAN

Menetapkan ; KEPUTUSAN KETUA UMUM ORGANISASI AMATIR RADIO INDONESIA TENTANG MORATORIUM PUNGUTAN KEPADA ANGGOTA ORARI YANG PINDAH DOMISILI (MUTASI).

Kesatu ; ORARI Pusat memberikan moratorium pungutan kepada Anggota ORARI yang pindah domisili (mutasi)
Kedua ; Moratorium sebagaimana tersebut pada poin Kesatu diberikan kepada Anggota ORARI yang mengajukan perubahan data keanggotaan karena perpindahan domisili (mutasi) pada tanggal 9 Oktober hingga 28 Febuari 2021.
Ketiga ; Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan ketentuan apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam Keputusan ini akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan diJakarta pada tanggal 9 Oktober 2020
ditanda tangani Ketua Umum H, Abidin H.H – YB7LSB

Pada lampiran ketiga adalah;
Daftar Hadir Rapat Online Pengurus ORARI Pusat dengan Pengurus ORARI Daerah pada Hari Jum’at 09 Oktober 2020 pukul 16.30 Wib melalui link zoom meeting.


Dari daftar hadir tersebut total 32 ORARI Daerah 10 diantaranya tidak hadir selebihnya hanya dihadiri oleh 22 ORARI Daerah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s